Finance
Arona Binasejati Ganti Nama Jadi Ratu Prabu Energi
Selasa, 1 Juli 2008 - 08:44 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 20/08/2008 15:08
Kuroto Kuasai 9,22% Saham Ace Hardware -
Rabu, 20/08/2008 15:08
Ratu Prabu Optimalkan Sumur di Sumsel -
Rabu, 20/08/2008 14:08
ARTI Diversifikasi Usaha ke Properti Rp3 Triliun -
Rabu, 20/08/2008 14:08
BEI Pertanyakan Penurunan Saham Yanaprima -
Rabu, 20/08/2008 14:08
Total Bangun Incar Proyek Baru Senilai Rp2 Triliun -
Rabu, 20/08/2008 13:08
Sinar Mas Multiartha Bentuk 3 Unit Usaha Baru -
Rabu, 20/08/2008 12:08
CNKO Bantah Goreng Saham -
Rabu, 20/08/2008 12:08
Harga Minyak Dorong IHSG -
Rabu, 20/08/2008 11:08
2008, Astra Graphia-SAT Proyeksikan Revenue Rp1,2 T -
Rabu, 20/08/2008 10:08
Astra Graphia Kuasai 99,99% Saham SAT

Sebagai langkah awal, perseroan mengakusisi PT Lekom Maras (LM), perusahaan yang bergerak di bidang energi, oil dan pelayanan, serta properti, senilai Rp683, 931 miliar. Akuisisi tersebut akan selesai pada akhir Juli ini.
"Kami akan melakukan right issue terkait akuisisi ini. Right issue akan dilakukan sekitar 14 Juli. Akuisisi sendiri diperkirakan selesai lima hari sesudahnya," ujar Direktur Utama ARTI Burhanuddin Bur Maras, di Jakarta, Senin 30 Juni sore.
Akuisisi LM sendiri diyakini akan memberi keuntungan besar terhadap perseroan. Sebab, LM memiliki kinerja yang cukup baik dibidang mining serta properti. Pada tahun 2007, LM memiliki keutungan mencapai Rp167 miliar. Selain itu, aset yang dimiliki LM mencapai Rp1,3 triliun.
"Dengan adanya akuisisi ini kami berharap untung. Bila tahun lalu kami mengalami kerugian Rp30 miliar, tahun ini keuntungan secara konsolidasi sekitar Rp144 miliar," jelasnya.
Setelah akuisisi itu penjualan perseroan pun diharapkan melonjak, dari Rp3,5 miliar menjadi Rp598 miliar. Sebagai langkah awal, perseroan berharap bisa meningkatkan produksi minyak dari 1.500 hingga 2.000 barel saat ini, menjadi 3.000 barel perhari pada akhir tahun.
Sementara untuk produksi gas, diharapkan bisa meningkat dari dua juta kubik feet perhari menjadi 5-6 juta kubik feet per hari. Lokasi lapangan minyak yang dimiliki LM adalah Sumatera Selatan untuk minyak, sementara gas berada di Cirebon.
Selain melakukan akuisisi terhadap LM, perseroan juga akan mengambil alih tiga perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas.
Tiga perusahaan tersebut berada di wilayah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua. Dana total untuk akuisisi tersebut diperkirakan mencapai USD150 juta, untuk dua hingga tiga tahun.
Menurut Burhanuddin, perseroan telah mendapatkan sumber dana untuk modal belanja akuisisi tersebut. Sumber dana tersebut berasal dari perbankan serta lembaga keuangan. Pinjaman bank sendiri, berasal dari Bank Syariah Mandiri serta Bank Niaga.
"Kami sudah mendapat deal dari sejumlah bank dan lembaga keuangan. Dana tersebut bisa di cairkan kapan saja, tahun ini baru USD50 juta, yang kami pergunakan," terang Burhanuddin.
Produksi minyak tersebut, menurut Buhanuddin akan dijual untuk keperluan domestik. Sementara untuk ekspor mereka belum merencanakan. Namun di tahun ke depan 2009, perseroan berniat melakukan ekspansi ke wilayah regional.
Perseroan berencana melakukan akuisisi lapangan minyak di wilayah Vietnam dan Myanmar. Dana yang diperkirakan sekitar USD300 juta. Dana tersebut akan berasal dari luar negeri. "Kami sudah ada penjajakan, yang sudah itu di wilayah Myanmar," papar Burhanuddin. (Juni Triyanto /Sindo/rhs)


