Fiskal & Moneter


Anggito: APBN Masih Aman Terkendali

Kamis, 3 Juli 2008 - 10:11 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Presiden SBY telah memberikan sinyal "lampu merah" akibat dari harga minyak dunia yang menyentuh level USD 142/barel. Berbeda dengan Kepala Kebijakan Fiskal Depkeu, Anggito Abimanyu, yang menyatakan APBN masih dalam keadaan aman terkendali.

Menurutnya, dengan berbagai macam skenario harga minyak dunia, bahkan mendekati prediksi OPEC USD175/barel, tidak membuat APBN menjadi terganggu hingga akhir tahun. Atau dengan kata lain, tidak akan menambah defisit.

"Sampai dengan pencapaian bulan Juni kita surplus. Selain itu financing kita juga surplus. Ini berarti dari sisi pencapaian APBN tidak ada masalah," ucap Ketua BKF Depkeu Anggito Abimanyu, seusai menghadiri rapat panitia anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2008).

Anggito mengatakan, satu hal yang meringankan beban APBN adalah penerimaan negara yang meningkat seiring dengan naiknya harga minyak. Walaupun, secara jujur diakuinya, beban subsidi BBM akibat naiknya harga minyak juga ikut membesar.

"Namun, sampai Juni, proyeksi konsumsi BBM masih dalam kisaran yang bisa kita perhitungkan, yaitu antara 39- 40 juta kl," ucapnya.

Selain itu, APBN bukanlah sesuatu yang rigid. Sehingga, pemerintah bisa menyiasatinya dengan melakukan penghematan. Namun, menurut Anggito, bukan berarti harus ada pemotongan belanja by design. Karena ada sejumlah pengeluaran yang secara otomatis bisa dihemat dengan sendirinya.

Bahkan dia mencontohkan, itu sudah terjadi pada belanja-belanja modal dan sosial. Atau pada pengeluaran untuk perjalanan dinas dan lainnya. "Jadi tidak ada pemotongan dalam arti pemotongan DIPA. Yang ada adalah penghematan yang terjadi karena, misalnya, menggunakan sistem tender yang lebih baik dan murah," ucapnya. (ade) (rhs)

Share