Sektor Riil
M.Nuh: BLT Hanya Tinggal 2 Provinsi
Jum'at, 4 Juli 2008 - 15:29 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 11:08
139 PDAM Dalam Kondisi Sekarat -
Rabu, 27/08/2008 08:08
Harga Baru LNG Tangguh Mulai 2010 -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ekspor Mineral Harus Diatur -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ketua DPR Sayangkan Naiknya Harga LPG -
Selasa, 26/08/2008 16:08
Royalti Batu Bara
Kemacetan Gara-Gara Pasal Peralihan -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Tambahan Insentif Dorong Pertamina Sumbang PNBP -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Pemerintah Beri Dana Pembangunan untuk Sumsel -
Selasa, 26/08/2008 15:08
BTN Yakin Kredit Tembus Rp13,5 T -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Pemerintah Usung Pembangunan KTM -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Belum ada Keberpihakan Parpol pada Demokratisasi Ekonomi

Daerah itu Maluku dan Kalimantan Tengah. "Dana sudah ada tetapi belum dilaksanakan, karena ada beberapa pertimbangan, takut ada dampak-dampak," ujar Menkominfo Muhammad Nuh saat jumpa pers di Gedung Depkominfo, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2008).
Nuh menambahkan, untuk daerah Kalimantan Tengah, dari 1.000 rumah tangga sasaran (RTS), ada 100 RTS yang belum ditemukan. Oleh karena itu penyaluran itu belum bisa diputuskan. Sedangkan untuk daerah Maluku masih dalam tahap verifikasi kartu. "Sebentar lagi bisa disalurkan," tambahnya.
Hingga Jumat 4 Juli pukul 07.30 WIB pagi, jumlah dana yang dicairkan senilai Rp794,5 miliar dengan daya serap 13,92 persen.
Sementara untuk 10 kota pertama, persentase penyerapan, 90,68 persen, dan untuk dananya Rp211,9 miliar. Sedangkan penyerapan terbesar terjadi di Banjarmasin 97,35 persen, DKI Jakarta, 94,26 persen, dan Palembang 95,17 persen.
Dari 31 provinsi yang menyalurkan BLT, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyerapan terbesar yaitu sebesar 94,30 persen, disusul Bangka Belitung 74,07 persen, dan ketiga Yogyakarta 60,46 persen.
Daerah yang penyerapannya terkecil di antaranya Irian Jaya Barat 0,97 persen, Aceh 4,02 persen, dan Jawa Tengah 3,51 persen.(ade) (rhs)


