SRAGEN - Pangkalan gas elpiji di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terus mempertanyakan pasokan gas ukuran 12 kilogram. Meski kenaikan harga elpiji sudah berlangsung sejak 4 hari lalu, namun para agen hingga kini hanya menerima pasokan di bawah standar.
"Kami memperkiraan kelangkaan elpiji hanya berlangsung singkat sebagai imbas kenaikan harganya. Namun sampai kini ternyata pasokannya masih belum lancar," kata Udin (25), pegawai salah satu pangkalan gas di Jalan Raya Sukowati Sragen, Jumat (4/7/2008).
Sebelumnya pasokan elpiji setiap tiga hari sekali bisa mencapai 100 tabung. Namun setelah harganya mengalami kenaikan, pangkalan elpiji hanya menerima pasokan berkisar antara 20-30 tabung saja. Tentu saja hal ini merugikan pangkalan dan mengecewakan komsumen. Imbasnya dikhawatirkan kepercayaan konsumen kepada pangkalan elpiji menjadi berkurang.
Selain terus mendapat keluhan terkait kenaikan harga elpiji yang dinilai terlalu tinggi, para konsumen juga mengeluh karena sulit mencari elpiji. Sebelumnya elpiji ukuran 12 kilogram harganya naik dari Rp51 ribu menjadi Rp60 Ribu. Namun karena terjadi kelangkaan harganya elpiji mencapai Rp67 ribu per tabung.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Pemkab Sragen, Djoko Purwanto mengatakan, pihaknya memperediksi keadaaan akan menjadi pulih dalam waktu dekat.
"Keadaan seperti ini sudah biasa terjadi ketika komoditas mengalami kenaikan harga. Paling-paling dalam 1-2 hari keadaan ini akan kembali nomal," ujar Djoko Purwanto.
(Ary Wahyu Wibowo/Sindo/jri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad