Sektor Riil
Pasokan Elpiji di Sragen Belum Lancar
Jum'at, 4 Juli 2008 - 20:22 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

"Kami memperkiraan kelangkaan elpiji hanya berlangsung singkat sebagai imbas kenaikan harganya. Namun sampai kini ternyata pasokannya masih belum lancar," kata Udin (25), pegawai salah satu pangkalan gas di Jalan Raya Sukowati Sragen, Jumat (4/7/2008).
Sebelumnya pasokan elpiji setiap tiga hari sekali bisa mencapai 100 tabung. Namun setelah harganya mengalami kenaikan, pangkalan elpiji hanya menerima pasokan berkisar antara 20-30 tabung saja. Tentu saja hal ini merugikan pangkalan dan mengecewakan komsumen. Imbasnya dikhawatirkan kepercayaan konsumen kepada pangkalan elpiji menjadi berkurang.
Selain terus mendapat keluhan terkait kenaikan harga elpiji yang dinilai terlalu tinggi, para konsumen juga mengeluh karena sulit mencari elpiji. Sebelumnya elpiji ukuran 12 kilogram harganya naik dari Rp51 ribu menjadi Rp60 Ribu. Namun karena terjadi kelangkaan harganya elpiji mencapai Rp67 ribu per tabung.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Pemkab Sragen, Djoko Purwanto mengatakan, pihaknya memperediksi keadaaan akan menjadi pulih dalam waktu dekat.
"Keadaan seperti ini sudah biasa terjadi ketika komoditas mengalami kenaikan harga. Paling-paling dalam 1-2 hari keadaan ini akan kembali nomal," ujar Djoko Purwanto. (Ary Wahyu Wibowo/Sindo/jri)


