Fiskal & Moneter
Inflasi Akan Capai 11,25%
Jum'at, 4 Juli 2008 - 20:18 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 04/09/2008 13:09
BI: Akhir 2008, Inflasi IHK 11,5-12,5% -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Sukuk Diterbitkan Semester I-2009 -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Capai Target Inflasi, BI Waspadai Demand -
Kamis, 04/09/2008 10:09
Institusi Domestik Kuasai SUN 78,8% -
Selasa, 02/09/2008 16:09
Pembeli Barang Mewah Harus Punya NPWP -
Selasa, 02/09/2008 14:09
Pemerintah Susun PP RUU PPh -
Selasa, 02/09/2008 13:09
15 Kementerian/Lembaga Lakukan PNBP Tak Sesuai PP -
Selasa, 02/09/2008 12:09
RUU PPh Kurangi Potensi Penerimaan Pajak Rp40 T -
Selasa, 02/09/2008 11:09
RUU PPh Siap Disahkan -
Selasa, 02/09/2008 11:09
Sri Mulyani:
Potensi Ekspor Harus Banyak Digenjot

"Target inflasi 11,25 persen harus dijamin. Sedangkan Departemen Perdagangan bertugas menjaga supaya tidak terjadi kelangkaan stok bahan pangan agar suplai dan pasokan aman dan tidak ada gejolak harga di pasaran," katanya di Jakarta, Jumat (4/7/2008).
Menurut Mari, diperlukan langkah komprehensif agar inflasi bisa dikendalikan akibat kenaikan bahan bakar minyak.
Dia mengakui inflasi Juni sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) melampaui perkiraannya semula, yaitu 2,1 persen.
Mari menyatakan kenaikan harga makanan dan minuman (mamin) tidak signifikan karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas internasional.
Sementara itu, pengamat ekonomi Iman Sugema mengatakan pemerintah harus bekerja keras agar inflasi tidak melebihi 11,25 persen di akhir tahun. Iman menyatakan kenaikan harga bahan pokok akan memicu inflasi lebih tinggi lagi.
"Pemerintah juga harus menjamin tidak ada kenaikan BBM lagi, sebab inflasi akan melambung dengan naiknya BBM," ungkapnya. (Eko Budiono /Sindo/jri)


