Finance
BI Rate Pengaruhi Pelemahan Rupiah
Jum'at, 4 Juli 2008 - 17:15 wib
Candra Setya Santoso - Okezone
Berita Lainnya

JAKARTA - Pasar saham dan uang di dalam negeri mengalami kondisi yang kontras pada Jumat (4/7/2008). Jika saham ditutup cemerlang, sebaliknya, rupiah melemah.

Di pasar spot antarbank Jakarta, rupiah ditutup di posisi 9.207 per dolar AS, melemah dua poin dibandingkan penutupan Kamis kemarin di posisi 9.205 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu kebijakan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 8,75 persen, kemarin.

Analis valas Rahmat Wibisono mengatakan, Senin pekan depan rupiah akan menguat terbatas atas pelemahan USD terhadap mata uang kuat euro.

Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen pada Kamis waktu Eropa. Hal itu dilakukan untuk mengatasi lonjakan inflasi akibat membumbungnya harga minyak.

Adapun inflasi Eropa Juni melesat naik menjadi 4 persen year on year di atas target inflasi ECB yang hanya sebesar 2 persen. Dolar pun diprediksi terus terpuruk atas euro ketika para trader melakukan aksi buy terhadap mata uang gabungan negara Uni Eropa tersebut.

Sedangkan harga minyak dunia yang sempat menyentuh level tertingginya di USD146 per barel juga menghimpit pergerakan dolar. Lonjakan tersebut disebabkan beberapa hal, seperti spekulasi harga minyak yang tinggi, tekanan dolar terhadap mata uang kuat euro, dan turunnya cadangan minyak AS.

Rupiah juga mendapat dukungan dengan masuknya sejumlah investor asing, terutama dari kawasan Timur Tengah dan Australia yang berminat meningkatkan dananya di dalam negeri yang didukung tingginya selisih bunga rupiah terhadap dolar AS. (jri)
250x208 250x250