Sektor Riil
Masa Transisi, Pupuk Urea Kembali Langka
Minggu, 6 Juli 2008 - 12:06 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta
KENDAL - Para petani kembali pusing dengan kelangkaan pupuk urea buatan PT Kaltim. Sejak satu pekan ini, pupuk urea kembali sulit diperoleh di pasaran.
Diduga, langkanya pupuk urea karena saat ini masa transisi dari PT Kaltim ke PT Pusri. Mulai 1 Juli, pupuk urea dipasok PT Pusri. Namun selama masa transisi, PT Kaltim masih diberi hak untuk mengedrop kebutuhan pupuk petani.
Salah seorang petani Muntholib (39), warga Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, mengaku sudah satu pekan sulit memperoleh pupuk urea di agen-agen. Padahal saat ini usia tanaman sudah harus dipupuk. Untuk mencari pupuk, dia bahkan sudah mencari di daerah Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Namun stok pupuk di kabupaten tetangga itu juga sudah tidak ada.
"Kami nggak tahu lagi harus mencari di ana. Kalau nggak diberi pupuk, tanaman sulit berkembang," tukasnya, Minggu (6/7/2008).
Dia mendesak pemerintah segera menyediakan pupuk yang bisa dijangkau petani. Dia khawatir, jika persediaan pupuk tidak ada di pasaran, petani bisa gagal panen. Selama ini, para petani masih sangat tergantung dengan pupuk urea. Petani katanya belum terbiasa menggunakan pupuk organik.
Pengecer pupuk Ibrohim (42), warga Tanjunganom, Kecamatan Rowosari mengaku pasokan pupuk terakhir tiba akhir pekan silam. Pasokan yang datang hanya 1 ton. Jatah itu habis dalam waktu beberapa jam. Biasanya, pihaknya mendapat pasokan 5 ton hingga 6 ton. Dia belum tahu kapan pasokan tiba lagi.
"Agar pembeli tidak kecele, terpaksa saya beri tulisan pupuk urea habis," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tegal Subaidi mengaku saat ini merupakan masa transisi dari PT Kaltim ke PT Pusri. Meski secara resmi PT Pusri diberi hak mengedrop pupuk pada 1 Juli, tapi saat ini masih dipasok PT Kaltim. Dia mengaku belum tahu kapan masa transisi kembali normal.
"Yang lebih tahu dinas perindutrian dan perdagangan karena mereka yang mengaturnya," tandasnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Asri Dwi Hartadi mengatakan, kemungkinan pada Juli ada dua kemasan. Yakni kemasan Pusri dan Kaltim. Pusri katanya baru maksimal mengedrop pupuk urea ke Kabupaten Kendal pada akhir tahun ini. (Zaenal Alimin/Sindo/mbs)
Diduga, langkanya pupuk urea karena saat ini masa transisi dari PT Kaltim ke PT Pusri. Mulai 1 Juli, pupuk urea dipasok PT Pusri. Namun selama masa transisi, PT Kaltim masih diberi hak untuk mengedrop kebutuhan pupuk petani.
Salah seorang petani Muntholib (39), warga Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, mengaku sudah satu pekan sulit memperoleh pupuk urea di agen-agen. Padahal saat ini usia tanaman sudah harus dipupuk. Untuk mencari pupuk, dia bahkan sudah mencari di daerah Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Namun stok pupuk di kabupaten tetangga itu juga sudah tidak ada.
"Kami nggak tahu lagi harus mencari di ana. Kalau nggak diberi pupuk, tanaman sulit berkembang," tukasnya, Minggu (6/7/2008).
Dia mendesak pemerintah segera menyediakan pupuk yang bisa dijangkau petani. Dia khawatir, jika persediaan pupuk tidak ada di pasaran, petani bisa gagal panen. Selama ini, para petani masih sangat tergantung dengan pupuk urea. Petani katanya belum terbiasa menggunakan pupuk organik.
Pengecer pupuk Ibrohim (42), warga Tanjunganom, Kecamatan Rowosari mengaku pasokan pupuk terakhir tiba akhir pekan silam. Pasokan yang datang hanya 1 ton. Jatah itu habis dalam waktu beberapa jam. Biasanya, pihaknya mendapat pasokan 5 ton hingga 6 ton. Dia belum tahu kapan pasokan tiba lagi.
"Agar pembeli tidak kecele, terpaksa saya beri tulisan pupuk urea habis," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tegal Subaidi mengaku saat ini merupakan masa transisi dari PT Kaltim ke PT Pusri. Meski secara resmi PT Pusri diberi hak mengedrop pupuk pada 1 Juli, tapi saat ini masih dipasok PT Kaltim. Dia mengaku belum tahu kapan masa transisi kembali normal.
"Yang lebih tahu dinas perindutrian dan perdagangan karena mereka yang mengaturnya," tandasnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Asri Dwi Hartadi mengatakan, kemungkinan pada Juli ada dua kemasan. Yakni kemasan Pusri dan Kaltim. Pusri katanya baru maksimal mengedrop pupuk urea ke Kabupaten Kendal pada akhir tahun ini. (Zaenal Alimin/Sindo/mbs)


