Sektor Riil


Dua Maskapai Asing Ancam Stop Rute ke Bali

Senin, 7 Juli 2008 - 17:36 wib
text TEXT SIZE :  

SANUR - Dua maskapai penerbangan asing, Qantas dan Continental Airlines, mengancam tidak akan lagi melayani rute ke Bali, per 2 Oktober mendatang. Kalangan pariwisata pun dibuat cemas, karena rencana itu bisa membuat kunjungan wisatawan kembali anjlok.

Rencana hengkangnya Qantas dan Continental Airlines dibenarkan Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Ngurah Wijaya. "Kita dan Dinas Pariwisata Bali akan bertemu khusus untuk membahas persoalan itu," katanya di sela-sela persiapan event Sanur Village Festival di Yayasan Pembangunan Sanur, Jalan Danau Buyan, Sanur, Bali, Senin (7/7/2008).

Ngurah Wijaya mengaku telah menerima surat pemberitahuan dari pihak Qantas dan Continental Airlines. Dalam surat itu dinyatakan, pilihan menutup jalur penerbangan internasional ke Bali tingginya fee landing dan parkir yang diterapkan pengelola bandara di Indonesia.

Qantas dari Australia dan Continental Airlines yang merupakan satu-satunya maskapai yang melayani jalur penerbangan dari Amerika Serikat ke Bali. Kedua maskapai asing itu menyatakan makin berat membayar fee landing dan biaya parkir di tengah harga minyak dunia yang tidak terkendali.

Ngurah Wijaya mengatakan, jika rencana tersebut dijalankan, dipastikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini akan merosot drastis dibanding kunjungan tahun lalu sebesar 4,7 juta orang.

Dia mengungkapkan, Australia selama ini menjadi penyumbang kedua daftar wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Untuk berlibur ke Pulau Dewata, mereka sebagian besar menumpang pesawat Qantas. "Jika Continental tidak lagi terbang ke Bali, kita juga akan kehilangan pasar wisatawan Amerika paska dicabutnya travel warning oleh pemerintah AS," pungkas dia. (Miftachul Chusna/Sindo/mbs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4