SANUR - Dua maskapai penerbangan asing, Qantas dan Continental Airlines, mengancam tidak akan lagi melayani rute ke Bali, per 2 Oktober mendatang. Kalangan pariwisata pun dibuat cemas, karena rencana itu bisa membuat kunjungan wisatawan kembali anjlok.
Rencana hengkangnya Qantas dan Continental Airlines dibenarkan Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Ngurah Wijaya. "Kita dan Dinas Pariwisata Bali akan bertemu khusus untuk membahas persoalan itu," katanya di sela-sela persiapan event Sanur Village Festival di Yayasan Pembangunan Sanur, Jalan Danau Buyan, Sanur, Bali, Senin (7/7/2008).
Ngurah Wijaya mengaku telah menerima surat pemberitahuan dari pihak Qantas dan Continental Airlines. Dalam surat itu dinyatakan, pilihan menutup jalur penerbangan internasional ke Bali tingginya fee landing dan parkir yang diterapkan pengelola bandara di Indonesia.
Qantas dari Australia dan Continental Airlines yang merupakan satu-satunya maskapai yang melayani jalur penerbangan dari Amerika Serikat ke Bali. Kedua maskapai asing itu menyatakan makin berat membayar fee landing dan biaya parkir di tengah harga minyak dunia yang tidak terkendali.
Ngurah Wijaya mengatakan, jika rencana tersebut dijalankan, dipastikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini akan merosot drastis dibanding kunjungan tahun lalu sebesar 4,7 juta orang.
Dia mengungkapkan, Australia selama ini menjadi penyumbang kedua daftar wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Untuk berlibur ke Pulau Dewata, mereka sebagian besar menumpang pesawat Qantas. "Jika Continental tidak lagi terbang ke Bali, kita juga akan kehilangan pasar wisatawan Amerika paska dicabutnya travel warning oleh pemerintah AS," pungkas dia.
(Miftachul Chusna/Sindo/mbs)
Sektor Riil
Dua Maskapai Asing Ancam Stop Rute ke Bali
Senin, 7 Juli 2008 - 17:36 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu