Sektor Riil
Produsen Keluhkan Harga Baja
Selasa, 8 Juli 2008 - 09:30 wib
Berita Lainnya

JAKARTA - Produsen tabung dalam negeri tidak sanggup memenuhi permintaan PT Pertamina (Persero) untuk memproduksi 16 juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg).

Dari jumlah itu, produsen hanya mampu memproduksi sebanyak sembilan juta tabung. Ketua Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi mengatakan, ketidaksanggupan produsen akibat melonjaknya harga baja di pasaran internasional. Untuk itu, Asitab meminta ada penyesuaian harga tabung tiga kg dari Pertamina.

Sebelumnya, harga yang telah disepakati antara Asitab dan Pertamina adalah Rp129.857 per tabung dengan masa kontrak sampai September 2008. "Apalagi, akibat kenaikan harga baja dunia saat ini, PT Krakatau Steel (KS) sebagai pemasok baja akan menaikkan harga jual sebesar 20 persen," kata Tjiptadi saat dihubungi, di Jakarta.

Tjiptadi menjelaskan, produsen tabung di dalam negeri yang mengikuti tender pengadaan tabung ini sebelumnya diikuti 34 perusahaan. Namun, imbuh dia, ada tiga perusahaan yang mundur serta tiga perusahaan lagi didiskualifikasi karena persoalan administrasi. Dengan demikian, hanya 29 perusahaan yang saat ini memasok tabung.

Seperti diketahui, karena melonjaknya harga baja dunia maka Depperin mengeluarkan keputusan berlakunya harga jual tabung gas ukuran tiga kg yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Dalam catatan Depperin, saat ini harga baja jenis SG 295 yang menjadi bahan dasar tabung gas sudah melonjak 52,4 persen dibandingkan pada awal tahun.

Sebelumnya, harga baja tersebut Rp8.200 per kg sekarang sudah mencapai Rp12.500 per kg. Sementara untuk membuat satu tabung memerlukan 5,5 kg baja SG 295.Harga baru ini akan digunakan sebagai patokan harga tabung gas tender semester II. Sedangkan untuk realisasi tender pengadaan semester I tetap akan menggunakan harga kontrak senilai Rp104.000 per tabung dengan harga baja senilai Rp8.200 per kg.

Dihubungi terpisah,Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menuturkan, untuk sekarang ini pihaknya masih akan berkomitmen untuk harga Rp129.857 per tabung.Namun, tutur dia, perseroan belum mengetahui kekurangan tabung akan ditutupi lewat mekanisme impor atau tetap menunggu kesanggupan produsen di dalam negeri. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)
250x208 250x250