Sektor Riil
Produsen Keluhkan Harga Baja
Selasa, 8 Juli 2008 - 09:30 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Dari jumlah itu, produsen hanya mampu memproduksi sebanyak sembilan juta tabung. Ketua Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi mengatakan, ketidaksanggupan produsen akibat melonjaknya harga baja di pasaran internasional. Untuk itu, Asitab meminta ada penyesuaian harga tabung tiga kg dari Pertamina.
Sebelumnya, harga yang telah disepakati antara Asitab dan Pertamina adalah Rp129.857 per tabung dengan masa kontrak sampai September 2008. "Apalagi, akibat kenaikan harga baja dunia saat ini, PT Krakatau Steel (KS) sebagai pemasok baja akan menaikkan harga jual sebesar 20 persen," kata Tjiptadi saat dihubungi, di Jakarta.
Tjiptadi menjelaskan, produsen tabung di dalam negeri yang mengikuti tender pengadaan tabung ini sebelumnya diikuti 34 perusahaan. Namun, imbuh dia, ada tiga perusahaan yang mundur serta tiga perusahaan lagi didiskualifikasi karena persoalan administrasi. Dengan demikian, hanya 29 perusahaan yang saat ini memasok tabung.
Seperti diketahui, karena melonjaknya harga baja dunia maka Depperin mengeluarkan keputusan berlakunya harga jual tabung gas ukuran tiga kg yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Dalam catatan Depperin, saat ini harga baja jenis SG 295 yang menjadi bahan dasar tabung gas sudah melonjak 52,4 persen dibandingkan pada awal tahun.
Sebelumnya, harga baja tersebut Rp8.200 per kg sekarang sudah mencapai Rp12.500 per kg. Sementara untuk membuat satu tabung memerlukan 5,5 kg baja SG 295.Harga baru ini akan digunakan sebagai patokan harga tabung gas tender semester II. Sedangkan untuk realisasi tender pengadaan semester I tetap akan menggunakan harga kontrak senilai Rp104.000 per tabung dengan harga baja senilai Rp8.200 per kg.
Dihubungi terpisah,Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menuturkan, untuk sekarang ini pihaknya masih akan berkomitmen untuk harga Rp129.857 per tabung.Namun, tutur dia, perseroan belum mengetahui kekurangan tabung akan ditutupi lewat mekanisme impor atau tetap menunggu kesanggupan produsen di dalam negeri. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)

