Finance


2008, BTN Lakukan Tiga Aksi Korporasi

Selasa, 8 Juli 2008 - 17:50 wib
text TEXT SIZE :  
ist

JAKARTA - Bank Tabungan Negara (BTN) berencana melakukan tiga aksi korporasi. Seluruh proses ketiganya saat ini hampir selesai dan diharap bisa meningkatkan kinerja perusahaan.

Ketiga aksi itu adalah penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun, melakukan penawaran perdana kepada publik (initial public offering/IPO), dan sekuritisasi aset selama tahun 2008.

"Semuanya diharapkan dilakukan pada tahun ini. Proses untuk mengeluarkan obligasi hampir selesai namun untuk IPO masih membutuhkan izin dari DPR. Namun, kita tetap mencermati pasar apakah bisa mendukung rencana yang sudah ditetapkan," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (8/7/2008).

Menurut Iqbal, penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun, sekitar Rp 800 miliar digunakan untuk refinancing atas obligasi yang jatuh tempo. Sedangkan sisanya untuk ekspansi usaha dan mengenai IPO ke publik sebesar 30 persen harus menunggu persetujuan dari DPR. Namun, jika IPO sudah direstui DPR, BTN mengincar dana sebesar Rp1,9 triliun yang digunakan untuk pembiayaan APBN, memperkuat pembiayan di sektor perumahan dan akan dilaksanakan paling lambat semester II 2008.

"Kita siapkan saja dulu semua prosesnya. Jika kondisi membaik dan bisa dilaksanakan ketiganya, BTN siap saja," tegasnya.

Meski demikian, lanjut Iqbal, jika ketiga rencana aksi korporasi tersebut tidak dapat dilaksanakan, maka BTN akan memfokuskan diri untuk meningkatkan penyaluran kredit, belum menaikkan bunga meskipun suku bunga BI Rate terus naik menjadi 8,75 persen dan meningkatkan komposisi dana murah melalui pengumpulan giro.

"Adanya dana murah akan menurunkan biaya dana (cost of fund) sehingga belum menaikkan bunga kredit. Namun, apabila sudah menurunkan margin bunga, kami akan menghitung ulang dan meninjau kebijakan bunga kredit," tandasnya.

Secara bersamaan BTN menjalin kerja sama dengan Yayasan Nurani Dunia melakukan rehabilitasi pembangunan sekolah akibat gempa Jawa Tengah. Bantuan senilai Rp100 juta secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dan Ketua Yayasan Nurani Dunia Imam B Prasodjo.

Iqbal menuturkan bantuan ini merupakan kegiatan sosial manajemen sekaligus implementasi misi BTN memperdulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

Menurutnya bantuan sejenis sudah sering dilakukan dan hingga saat ini mencapai Rp2,2 miliar yang sudah disalurkan untuk rehabilitasi gedung SD Muhammadiyah Yogyakarta sebesar Rp250 juta, rehabilitasi pembangunan tiga sekolah di Provinsi DIY sebesar Rp750 juta, dan rehabilitasi pembangunan tiga sekolah di Klaten sebesar Rp1 miliar.

Selain itu pembangunan sekolah darurat korban gempa sebessar Rp100 juta, termasuk bantuan untuk finalisasi pembangunan SDN 01 Kadilanggon, Klaten sebesar Rp100 miliar.

"Bantuan kali ini digunakan untuk penyelesaian pembangunan tahap satu gedung utama yang terdiri dari dua lantai dan perangkat fasilitas lainnya," jelasnya.

Iqbal menambahkan, partisipasi yang sudah disalurkan belum mencukupi kebutuhan bagi dunia pendidikan. Namun, tetap berharap proses rehabilitasi cepat selesai sehingga siswa bisa mendapat kesempatan untuk belajar kembali. (Tomi Sujatmiko/Sindo/jri)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4