Rendevouz
Kedinginan Saat Konpres, Pemda DKI Disentil PLN Disjaya
Rabu, 9 Juli 2008 - 11:24 wib
Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 11/08/2008 13:08
Resmikan Raker Depdag, JK Nostalgia -
Kamis, 07/08/2008 14:08
Mendag: Semoga Anak RI Pilih Jajan Pasar Ketimbang Mc'D -
Rabu, 23/07/2008 10:07
Nilai Kuliah Akutansi Menkeu Hanya 6 -
Jum'at, 11/07/2008 13:07
"Pemadaman Bergilir" Menimpa Mic JK -
Kamis, 03/07/2008 14:07
MS Hidayat: Aduh Saya Pusing! -
Jum'at, 27/06/2008 14:06
Fahmi Bosan Surati Sri Mulyani -
Selasa, 24/06/2008 14:06
Sri Mulyani: Ah, Saya kan Cuma Pura-Pura (Ceria) Saja!

Ceritanya berawal dari konferensi pers mengenai hemat energi dan pemadaman bergilir yang digelar Purnomo di Ruang Rapat Pimpinan Utama Balai Kota. Saat itu dia tengah diberondong berbagai pertanyaan terkait rencana pemadaman listrik di wilayah DKI pada 11-25 Juli 2005 mendatang, oleh para pemburu berita.
Namun, tiba-tiba Willy memprotes suhu penyejuk udara di ruang rapat tersebut. "Salah satu cara mengurangi pemakaian bisa dengan mengurangi suhu pendingin ruangan (air conditioner/AC). Tadi saya masuk ke ruangan ini kedinginan. Mungkin suhunya bisa dinaikkan, makanya saya suka pakai kemeja lengan pendek," jawab Willy, di hadapan para pejabat Pemprov DKI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
Belum selesai sampai di situ, Willy juga meminta dua lampu hias kristal yang tegantung di ruang tersebut dimatikan. Alasannya karena sudah banyak lampu kecil yang dinyalakan.
"Lampu hias ini tidak perlu dinyalakan kalau sudah menyala lampu yang putih. Kita tidak perlu keindahan lah, kita kan sedang berhemat," ujarnya disambut senyum kecut dari para pejabat pemprov.
Tiba-tiba pencahayaan di ruangan tersebut pun berubah karena salah seorang petugas langsung diperintahkan untuk memadamkan lampu hias tersebut. "Nah, kan nggak berpengaruh jadi gelap," sindir Willy. (rhs)


