Sektor Riil


Subsidi Energi Diproyeksi Bengkak 50,7%

Kamis, 10 Juli 2008 - 11:34 wib
text TEXT SIZE :  
Nuria - Okezone
technologyindonesia.com

JAKARTA - Realisasi subsidi energi hingga akhir 2008 diperkirakan akan mencapai Rp290-300 triliun. Angka tersebut meningkat 50,7 persen atau setara Rp80-90 triliun dari subsidi energi yang dianggarkan pada APBN-P 2008 sebesar Rp199,1 triliun.

Berdasarkan perhitungan INDEF, realisasi subsidi ini dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata USD140 per barel, harga premium Rp6.000 per liter, harga solar Rp5.500, dan harga minyak tanah Rp2.500, dan dengan konsumsi BBM bersubsidi 43 juta kilo liter.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi pada Mei 2008 lalu yang diharapkan dapat menekan defisit anggaran agaknya jauh pasak daripada tiang. Realisasi subsidi energi hingga akhir 2008 akan melebihi pengeluaran yang dianggarkan pemerintah di APBNP 2008," ujar Direktur Indef Ikhsan Modjo, di sela Seminar Kajian Tengah Tahun 2008, di Hotel Le Meridien, Sudirman, Jakarta, Kamis (10/7/2008).

Ikhsan mengatakan, penyebab terlampauinya subsidi energi tersebut yakni karena adanya tren peningkatan harga minyak dunia. Saat ini harga minyak terus meningkat dan sudah dalam posisi yang tinggi, padahal belum mencapai akhir tahun.

Di samping itu, penyebab lainnya karena adanya peningkatan konsumsi BBM dalam negeri. Dimana setelah kenaikan harga BBM bersubsidi terdapat kenaikan konsumsi sebesar 10,3 persen, yaitu dari 39 juta kiloliter ke 43 juta kiloliter.

Selain itu, perbedaan harga minyak dalam negeri dengan negara tetangga akan semakin meningkatkan penyelundupan minyak. (ade) (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4