Finance
Jual 7 Blok, Medco Investasi USD20 Miliar
Kamis, 10 Juli 2008 - 17:44 wib
Berita Lainnya
JAKARTA - PT Medco Energi International Tbk (MEDC) membutuhkan investasi USD2 miliar atau Rp20 triliun guna membiayai investasi tujuh blok hingga 2010.

"Porsi Medco di ketujuh proyek tersebut sekira USD1,5-2 miliar," kata Presiden Direktur MEDC Darmoyo Doyoatmojo di Jakarta, Kamis (10/7/2008).

Menurutnya, ketujuh proyek tersebut adalah tiga proyek pengembangan gas di Blok Senoro, Blok A (Aceh) dan Blok Lematang (Sumatra Selatan), Enhanced Oil Recovery di Rimau, lapangan minyak di Blok 47 (Libia), pembangunan pabrik etanol di Lampung dan pengembangan proyek pembangkit listrik panas bumi (Geothermal) di Sarula (Sulawesi Selatan).

Darmoyo mengatakan, total nilai tujuh proyek tersebut diperkirakan mencapai USD3 miliar. Dalam proyek tersebut MEDC mengikutsertakan berbagai pihak seperti Mitsubishi, Pertamina, dan sebagainya.

Direktur Keuangan MEDC Cyrill Noerhadi mengatakan, sumber pembiayaan ketujuh proyek utama tersebut diperoleh dari pendanaan eksternal sebesar USD1-1,33 miliar (70 persen) dan USD510-670 juta (30 persen) dari kas internal.

Cyrill mengatakan, pendanaan kas internal salah satunya diperoleh dari penjualan 1,287 miliar saham MEDC di PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) di harga Rp2.450 per saham senilai USD340 juta atau Rp3,153 triliun.

Pendanaan lainnya, jelas dia, akan diperoleh dari divestasi tujuh blok di Natuna, Jawa, dan Sumatra. Ketujuh blok itu adalah blok Rimau, Lematang, Kakap, Langsa, Tuban, Bawean, dan Lapangan Jeruk. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai nilai divestasi itu sehingga belum dapat diperkirakan berapa kekurangan porsi kas internal. "Angkanya tidak bisa kami disclose. Namun yang jelas dari dana divestasi tujuh  blok dan APEX, kami bisa memulai pengerjaan tujuh proyek secara bertahap," ujar Cyrill.

Adapun porsi pendanaan eksternal yang diperkirakan USD1-1,33 miliar, jelas dia, akan diperoleh dari berbagai opsi. "Kami membidik pinjaman, project financing atau penerbitan obligasi rupiah," ungkap Cyrill.

Cyrill mengungkapkan, berbagai opsi pendanaan eksternal tersebut akan dilakukan secara kombinasi sesuai kebutuhan masing-masing proyek. "Misalnya ADB Bank dan JBIC biasanya mereka tertarik pada project financing yang terkait dengan gas. Penerbitan obligasi juga tergantung hasil opsi-opsi lainnya," ujar Cyrill.

Di sisi lain manajemen MEDC optimistis penjualan 49,72 persen saham APEX oleh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) akan disetujui pemegang saham pada 7 Agustus mendatang. Pasalnya, transaksi tersebut tidak memiliki benturan kepentingan pada pemegang saham. "Memang banyak yang mempertanyakan transaksi Apexindo di level Rp2.450 per saham. Namun pertimbangan kami bukan hanya harga, tetapi juga keseriusan penawar," ujar Cyrill.

Persetujuan pemegang saham dibutuhkan karena transaksi tersebut bersifat material. Transaksi akuisisi Apexindo ditandatangani 9 Juni 2008. Pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap yaitu dalam bentuk tunai sebesar USD272,714 juta. Sementara sisanya USD68,188 akan dibayar dalam bentuk obligasi dengan jaminan berjangka waktu satu tahun (1-year guaranteed secured bonds). (Whisnu Bagus /Sindo/mbs)
250x208 250x250