Sektor Riil
Shut Down, PGN Ambil Pasokan Pertamina dan Conocophilips
Jum'at, 11 Juli 2008 - 14:56 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengambil pasokan gas dari Pertamina dan Conocophilips melalui pipa transmisi Sumatra Selatan-Jawa Barat (SSWJ) menyusul rencana temporary shut down dari lapangan gas BP West Java Ltd di wilayah distribusi Jawa Bagian Barat.
"Pelaksanaan temporary shut down diperkirakan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 11 Juli - 25 Juli 2008," kata Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/7/2008).
Dia mengatakan, penutupan sementara aliran gas dari BP West Java mengakibatkan PGN SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat (SBU I) tidak dapat menerima pasokan gas sebesar 65 MMScfd. Sehubungan dengan rencana tersebut, PGN telah mengambil langkah-langkah guna mengamankan pasokan dan kelancaran penyaluran gas kepada para pelanggan. Hal itu dilakukan dengan manambah pasokan gas dari Sumatra Selatan yaitu Pertamina dan Conocophiips melalui pipa transmisi SSWJ serta tambahan pasokan gas dari Pertamina EP Jawa Barat. "Dengan upaya ini kami harapkan tidak akan terjadi kekurangan gas," katanya.
Dalam rangka pelaksanaan penambahan pasokan gas, jelas Heri, SBI I telah membentuk Tim Task Force guna memantau kelancaran pelaksanaan pengaliran gas di lapangan selama 24 jam pada saat temporary shut down berlangsung.
Heri mengungkapkan, untuk mengantisipasi hal itu perseroan juga telah mensosialisasikan kepada para pelanggan sehingga kejadian tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional. Dia berharap dalam waktu dekat pasokan gas dari BP West Java akan segera pulih setelah pemasangan fasilitas tambahan selesai. Namun dia tidak menjelaskan waktu pemasangan tersebut selesai.
(Whisnu Bagus /Sindo/mbs)
"Pelaksanaan temporary shut down diperkirakan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 11 Juli - 25 Juli 2008," kata Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat (11/7/2008).
Dia mengatakan, penutupan sementara aliran gas dari BP West Java mengakibatkan PGN SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat (SBU I) tidak dapat menerima pasokan gas sebesar 65 MMScfd. Sehubungan dengan rencana tersebut, PGN telah mengambil langkah-langkah guna mengamankan pasokan dan kelancaran penyaluran gas kepada para pelanggan. Hal itu dilakukan dengan manambah pasokan gas dari Sumatra Selatan yaitu Pertamina dan Conocophiips melalui pipa transmisi SSWJ serta tambahan pasokan gas dari Pertamina EP Jawa Barat. "Dengan upaya ini kami harapkan tidak akan terjadi kekurangan gas," katanya.
Dalam rangka pelaksanaan penambahan pasokan gas, jelas Heri, SBI I telah membentuk Tim Task Force guna memantau kelancaran pelaksanaan pengaliran gas di lapangan selama 24 jam pada saat temporary shut down berlangsung.
Heri mengungkapkan, untuk mengantisipasi hal itu perseroan juga telah mensosialisasikan kepada para pelanggan sehingga kejadian tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional. Dia berharap dalam waktu dekat pasokan gas dari BP West Java akan segera pulih setelah pemasangan fasilitas tambahan selesai. Namun dia tidak menjelaskan waktu pemasangan tersebut selesai.
(Whisnu Bagus /Sindo/mbs)


