kolom ekonomi
Bagaimana Bank Menjaga Uang Anda?
Sabtu, 12 Juli 2008 - 09:42 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 26/09/2008 11:09
Ekonomi Lebaran, Ekonomi Remiten -
Kamis, 25/09/2008 07:09
Akhiri Era Bank Investasi Wall Street demi Bertahan dari Krisis -
Rabu, 24/09/2008 10:09
Krisis di Jantung Ekonomi Dunia -
Selasa, 23/09/2008 10:09
Kerakusan di Pasar Derivatif dan Spekulasi Transaksi Short Selling -
Senin, 22/09/2008 08:09
Intervensi untuk Jaga Daya Beli -
Kamis, 18/09/2008 09:09
Mewaspadai Krisis -
Rabu, 17/09/2008 10:09
Gempa Sektor Finansial -
Selasa, 16/09/2008 10:09
Masa Suram bagi Banyak Perusahaan Amerika

Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC), bank peminjam terbesar ketiga di Singapura, membentuk Tim Respons Insiden Penipuan awal tahun lalu dan baru-baru ini menemukan penipuan lewat undian.
Dengan mendeteksi penipuan secepatnya dan memberi peringatan kepada pelanggan, tim ini menyelamatkan mereka dari kehilangan uang ke rekening lain.
Tim OCBC yang terdiri atas 12 ahli dari berbagai macam divisi dari bank itu diaktifkan sejak sebuah telepon dari pelanggan mereka yang tertipu pesan pendek ponsel. Dalam SMS itu si pelanggan diminta mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening.
"Kami mencoba menelusuri pola transaksi di mana dana ditransfer ke rekening tersebut dan segera mengontak pelanggan untuk memverifikasi transaksi mereka," ujar Winson Toh, Asisten Wakil Presiden Manajemen Risiko Penipuan OCBC.
Patrick Chew, kepala pengiriman layanan finansial konsumen pada bank tersebut, menekankan agar konsumen selalu berhati-hati dan waspada. "(Dalam kasus ini), modus operandinya spesifik dan kami telah mendeskripsikan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi penipu selalu saja lebih licin, meski kami terus melakukan kontrol ketat," katanya.
Tohmerekrut ahli yang berbeda atau mereka semua harus bergantung pada karakter transaksi yang mencurigakan. Dia mengatakan dapat memanggil ahli tentang produk, ahli mengenai penipuan, ahli hukum, dan konsumen untuk bersamasama membahas penipuan dan mencari jalan keluarnya. Sebagai bagian manajemen krisis, bank lain juga memiliki tim yang memonitor dan mereaksi pola transaksi mencurigakan.
Beberapa orang telah menjadi korban menjawab email yang membuat mereka mengungkap data rahasia ke situs bank palsu yang dibuat mirip dengan situs asli. Dengan jumlah transaksi online yang terus meningkat, penipuan semacam itu tampaknya akan terus ada dan berubah ke bentuk yang berlainan. Jadi, sementara bank memiliki tim khusus untuk menelusuri database transaksi dan mengamati pola transaksi yang mencurigakan, pelanggan tidak bisa lebih puas lagi.
"Akan ada variasi, tapi denominator umum di balik semua ini adalah bahwa penipu akan terus berinovasi," kata Chew. Pelanggan harus tahu apa yang mereka harus dan tidak seharusnya lakukan untuk menjaga uang mereka karena merekalah barisan pertama pertahanan, tambah Chew.
Menurut polisi, kejahatan penipuan via telepon meningkat sepanjang tahun lalu. Insiden itu telah menelan 378 korban, yang totalnya kehilangan uang sebesar 4,6 juta dolar Singapura (sekitar Rp30,9 miliar), tahun lalu.
Oleh: Esther Fung
esther@mediacorp.com.sg (//rhs)

