PURWOKERTO - Stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga saat ini, Selasa (15/7/2008) hanya tersisa 1.132 ton.
Kepala Pemasaran PT Pusri Perwakilan Banyumas Iing Hasanudin mengatakan, pada 2008 ini sesuai SK Gubernur Jateng, Banyumas mendapat kuota pupuk bersubsidi sebanyak 23.524 ton. Januari hingga pertengahan Juli ini, pupuk urea bersubsidi yang telah disalurkan mencapai 15.970 ton. Sisa kuota 7.554 ton untuk jatah penyaluran hingga bulan Desember.
"Kuota yang tersisa itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan musim tanam Oktober-Maret. Pada musim itu, hingga bulan Desember saja kebutuhannya sekitar 10.000 ton," kata dia.
Dia menambahkan, penyaluran pada 2009 akan lebih ketat. Berdasar SK Menteri Perdagangan, terhitung mulai 1 Januari 2009, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, pola distribusi pupuk urea bersubsidi dilaksanakan secara tertutup.
"Dengan pola itu, penyaluran pupuk keada petani ditentukan berdasar rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK). Tiap kelompok petani mencatat nama anggota, alamat dan luas lahan. RDKK harus ditandatangani kepala desa/petugas pertanian lapangan dan harus sudah diserahkan ke pengecer paing lambat 31 Desember 2008," jelasnya.
Dia menambahkan, data yang sudah ada di pengecer dengan jumlah kebutuhan diserahkan ke distributor. Kemudian distributor mengajukan delivery order ke PT Pusri Perwakilan Banyumas.
"Pengecer hanya boleh melayani pembelian pupuk kepada petani yang tercantum nama dan alamat sesuai yang ada di RDKK. Petani pun harus menunjukkan KTP. Dengan pola ini diharapkan tak akan ada lagi petani kesulitan mendapatkan pupuk," terangnya.
(Ridwan Anshori/Sindo/jri)