Finance


BUMN Akan Bentuk Universal Banking

Selasa, 15 Juli 2008 - 15:24 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk universal banking, hal ini merupakan bentuk sinergi dari beberapa kegiatan yang terdapat di sektor perbankan.

"Seperti biasa, masing-masing bank beroperasional, nanti diholdingnya disinergikan beberapa kegiatan. Contohnya untuk IT, human resources, dan kebijakan makro," ujar Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Soeprapto, seusai acara penandatangan MoU antara BNI dan Dirjen Pajak, di Gedung Dhanapala Depkeu, Jakarta, Selasa (15/7/2008).

Namun, menurut Parikesit, hal tersebut baru sekadar wacana untuk tahap pertama. Dimana tahap berikutnya kemungkinan besar akan disusun rencana yang lebih besar lagi. "Kita mau bentuk semacam universal banking, jadi selain perbankan ada juga grup asuransi, grup jasa keuangan, dan lain-lain," tambahnya.

Tetapi, Parikesit menambahkan, bahwa cita-cita ini masih jauh. Selain itu, ia mengatakan, saat ini sedang trennya personal banking. Dimana ada kesamaan antara asuransi dan perbankan. "Karena nanti akan ada sistem bank insurance, jadi ada kerja sama antarbank dan asuransi," jelasnya.

Dia mengatakan, hal tersebut dibentuk menjadi sebuah investment holding. Namun demikian, untuk prioritas utama didahulukan kepentingan perbankan. Setelah itu, diharapkan tahap yang berikutnya akan beroperasi pada 2010. "Saat ini timnya sudah kita kirim surat ke Bank Indonesia (BI) yang kita serahkan Juni," urainya.

Parikesit mengatakan, dalam membentuk investment holding belum tentu akan membentuk BUMN baru. "Kita punya opsi bentuk BUMN baru atau BUMN yang sudah ada untuk investment holdingnya, dan kita belum menyebutkan itu PT Bahana Securities dan PT Danareksa," tambahnya. (ade) (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4