ekonomi global
Soros: Krisis Fannie & Freddie Bukan yang Terakhir
Selasa, 15 Juli 2008 - 14:16 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

NEW YORK - Miliader kakap George Soros yakin krisis yang dialami perusahaan pembiayaan sekunder perumahan Amerika Serikat (AS), Fannie Mae dan Freddie Mac, bukanlah yang terakhir.

Dia juga mewanti-wanti, krisis kredit itu akan terus memberikan dampak pelambatan perekonomian Amerika Serikat (AS).

"Insiden ini bukanlah yang terakhir," kata Soros kepada Reuters melalui sambungan telepon, Selasa (15/7/2008), sembari menambahkan masalah yang terjadi di pasar keuangan global saat ini adalah yang paling serius yang pernah terjadi.

Seperti diketahui, dua perusahaan itu menderita kerugian besar setelah membeli atau mendanai hampir setengah dari USD12 triliun subprime mortgage di AS.

"Freddie Mac dan Fannie Mae mengalami krisis solvabilitas, bukan krisis likuiditas," ucap pendiri Open Society itu. "Tidak ada masalah dalam peminjaman mereka. Dan faktanya, terjadi masalah, dan The Fed hadir untuk menyediakan likuiditas."

Departemen Keuangan AS sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan batas kredit di atas angka saat ini masing-masing sebesar USD2,25 miliar, dan membeli saham untuk memperkuat keuangan mereka jika dibutuhkan. The Federal Reserve bahkan turut menawarkan kedua perusahaan hipotek itu untuk memberikan pinjaman langsung.

Langkah agresif pemerintah itu menggarisbawahi persoalan yang mengganggu pasar dan berpotensi membawa perekonomian AS ke resesi yang berat.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk mengambil kedua perusahaan itu jika kondisi keuangannya terus memburuk. Selanjutnya, pemerintah AS akan menyerahkan pengelolaan keduanya kepada pihak ketiga melalui pola conservatorship. (jri)
250x208 250x250