Sektor Riil
Pemindahan PT DKB ke Batam Telan Rp800 miliar
Rabu, 16 Juli 2008 - 18:49 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

"Pembangunan diperkirakan akan menelan waktu hingga 1,5 tahun dan akan segera dipersiapkan," kata Direktur Utama Dok Kodja Bahari Riry Syeried Jetta usai penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II di Kementerian BUMN, di Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Menurut dia, dengan langkah relokasi Galangan III Perkapalan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pulau Batam akan dapat meningkatkan produktivitas galangan menjadi dua kali lipat bahkan tiga kali lipat. Peningkatkan sebagai dukungan atas iklim investasi di Pulau Batam sebagai zona perdagangan bebas (FTZ).
Dia mengatakan. pemilihan Batam karena kebijakan perdagangan bebas pemerintah telah mempermudah industri galangan kapal. Saat ini di Batam terdapat 60 galangan kapal aktif dari total 90 galangan, dan sebagian besar dikuasai oleh afiliasi perusahaan Singapura. (ade) (Arif Dwi Cahyono/Sindo/rhs)

