Finance
Pelaku Pasar Tertuju Saham Adaro
Rabu, 16 Juli 2008 - 15:54 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

"Jumlah tersebut merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebelumnya dibukukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp4,6 triliun," ujar Analis PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) Gifar Indra Sakti saat dihubungi di Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Selain itu, Gifar menjelaskan, ketertarikan pasar terhadap saham Adaro karena perseroan merupakan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia setelah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dimana sektor batu bara merupakan sektor investasi yang cukup menarik dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan naiknya harga minyak dunia yang saat ini berada di atas USD140 per barel. "Hal tersebut menjadikan permintaan sumber energi alternatif selain minyak, seperti batu bara dan biodiesel, bergerak naik," katanya.
Meskipun dalam proses go public, perusahaan ini agak sedikit terganjal dengan sengketa antara perusahan dengan pihak ketiga. Namun hal ini tidak menyurutkan minat investor untuk membeli saham ini pada pasar perdana. Hal ini terlihat dari panjangnya antrian calon investor yang akan membeli saham ini. (ade) (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

