Finance
Joint Venture MTDL-British Terancam Molor
Kamis, 17 Juli 2008 - 17:44 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

"Termsheet joint venture sudah selesai, dan menuju ke joint venture. Kita masih menunggu persetujuan dari BKPM (badan koordinasi penanaman modal)," jelas Direktur Bisnis Metrodata Electronics Tbk Sjafril Effendi kepada okezone, di Jakarta, Kamis (17/7/2008).
Syafril memperkirakan, perusahaan patungan bernama BT Frontline Indonesia (BTFI), yang bergerak di sektor teknologi informasi (IT) ini, bisa terealisasi akhir tahun 2008 dan mulai beroperasi awal tahun 2009. Padahal, proses pendirian perusahaan patungan ini sudah dimulai sejak tahun 2006.
Perusahaan patungan yang 49 persen sahamnya dimiliki MTDL ini diharapkan perseroan, mampu memberikan kontribusi awal sebesar 5 persen terhadap total penjualan yang mencapai Rp2,7 triliun.
BTFI ini nantinya akan bergerak di bisnis outsourcing infrastruktur IT, yang menggarap data center, networking service dan IT securities. Lebih lanjut, usaha patungan ini sesuai dengan koors bisnis perseroan.
Kedepan, kata dia, pihaknya juga akan menggarap bisnis IT di sektor perbankan dan multifinance yang pasarnya masih sangat potensial. Bahkan secara keseluruhan potensial market bisnis IT di Indonesia diperkirakan mencapai USD2 miliar atau sekitar Rp20 triliun
"Metrodata hanya menguasai market share sebesar 14 persen sisanya dikuasai perusahaan IT lainya. Tahun ini kita targetkan pertumbuhan market 20 persen," ungkapnya. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)

