JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono menganggap kebijakan energi yang dilakukan pemerintah dengan menaikkan harga elpiji tidak realistis.
"Menaikkan harga elpiji volume 12 kilogram sangatlah tidak realistis di tengah-tengah kondisi masyarakat yang masih terbebani dengan keniakan harga BBM," kata Agung saat memimpin sidang paripurna di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
Pada kenyataannya, lanjut Agung, pemerintah sudah memulai program konversi dari minyak tanah ke gas.
"Seharusnya, pemerintah terlebih dahulu membenahi tata niaga elipiji di dalam negeri sebelum pemerintah menaikkan harga elpiji untuk konsumsi masyarakat," kata dia.
Seperti diketahui, mulai 1 Juli lalu PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar elpiji 12 kg sebesar 23 persen menjadi Rp63.000, dari sebelumnya Rp51.000.(sis)
(jri)