ekonomi global


IMF: Proyeksi Ekonomi Naik

Sabtu, 19 Juli 2008 - 09:47 wib
text TEXT SIZE :  

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia dari prediksi sebelumnya.

Peningkatan ini dilakukan setelah fakta bahwa kredit macet tidak terlalu mengkhawatirkan seperti yang dibayangkan. IMF menyatakan akan meningkatkan prediksi pertumbuhan ekonomi tumbuh hingga 4,1 persen pada tahun ini. Angka ini naik dari 3,7 persen pada April. Sementara pertumbuhan ekonomi pada 2007 sebesar 5 persen.

Meskipun pertumbuhan ekonomi ini sebelumnya sudah diperkirakan Inggris dan Amerika Serikat (AS), IMF tetap memperingatkan pertumbuhan ekonomi global akan tetap pada kondisi yang sulit. Dalam hal ini, para pembuat kebijakan harus dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi,termasuk dengan kondisi inflasi yang terjadi."

Pertumbuhan ekonomi berada pada kondisi yang sulit, hal ini karena tingkat permintaan yang turun secara tajam pada sektor ekonomi. Ini terjadi karena tingginya inflasi di setiap negara, khususnya di negara berkembang dan maju," demikian pernyataan IMF dalam World Economic Outlook yang dipublikasikan April.

Karena itu, IMF mengimbau setiap pembuat kebijakan dapat memprioritaskan kebijakan yang menghentikan kecenderungan tekanan inflasi. Hal ini untuk menjaga tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi dunia. Pernyataan IMF ini sangat memungkinkan setiap negara lebih memperhatikan permasalahan ekonomi dunia yang dapat memperpanjang resesi.

Termasuk dampak dari permasalahan pasar kredit macet di AS. Berdasarkan perhitungan terbaru, IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi Inggris 1,8 persen pada tahun ini dan 1,7 persen pada 2009 atau lebih tinggi 1,6 persen dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, pemerintah Inggris telah memprediksikan pertumbuhan sebesar 2 persen pada tahun ini,sedangkan tahun depan mencapai 2,5 persen.

Berdasarkan acuan dari IMF, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat juga diperkirakan akan lebih baik dari perkiraan awal.IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1,3 persen atau naik dari perkiraan pada April sebesar 0,5 persen. Kendati demikian, hal ini kembali mengingatkan pertumbuhan ekonomi AS yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

Selain itu, IMF menambahkan risiko pertumbuhan ekonomi dunia akibat krisis sektor keuangan akan terus berlanjut.Kemudian,kenaikan angka inflasi juga menjadi ancaman. "Inflasi akan naik secara umum akibat pertumbuhan ekonomi dunia, meskipun akan terjadi penurunan secara global," demikian keterangan IMF.

Hal ini juga menjadi perhatian khusus bank sentral dan pemerintah untuk mengatasi dua masalah tersebut,yakni pertumbuhan ekonomi yang menurun dan inflasi.Kedua hal ini dinilai sebagai akibat kenaikan harga minyak dan biaya makanan. "Para pembuat kebijakan akan menghadapi kondisi yang sangat sulit.

Mereka akan menghadapi kuatnya tekanan inflasi, mereka juga harus berhati-hati terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan menurun," ungkap IMF.

Namun di sisi lain, IMF menyatakan bahwa tingkat permintaan pada negara berkembang dan maju akan lebih kuat dibandingkan lonjakan awal pada harga komoditas yang diperkirakan. Hal ini dapat menahan kekhawatiran yang buruk terjadi dari sektor keuangan. (Susi Susanti/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4