ekonomi global
Harga Minyak Diindikasikan Mulai Capek Nanjak
Sabtu, 19 Juli 2008 - 10:38 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 25/08/2008 08:08
Si Emas Hitam Jadi Indikator Utama Bursa Global -
Minggu, 24/08/2008 14:08
Bank IKB Jerman Dijual 150 Juta Euro -
Minggu, 24/08/2008 13:08
Harga Minyak Tinggi, Bush Salahkan Demokrat -
Jum'at, 22/08/2008 08:08
Wall Street Ditutup Mixed -
Kamis, 21/08/2008 09:08
Surplus Perdagangan Jepang Anjlok 86,6%

Sayangnya, sejumlah pengamat menilai masih terlalu pagi untuk membuat kesimpulan seperti itu. "Terlalu awal untuk menilai bahwa kita telah menyaksikan situasi terburuk. Kita akan menjadi over optimistis jika terlalu percaya satu pekan bisa mewakili kecenderungan yang terjadi saat ini," ucap publisher sekaligus Kepala Analisis Perminyakan Oil Price Information Service Wall Street, Tom Kloza, di New Jersey, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (18/7/2008)
Kendati demikian, Kloza tetap meyakinkan bahwa penurunan harga minyak pasti akan terjadi, meskipun bukan pada saat ini. Hal senada juga diutarakan oleh sejumlah pelaku industri. Mereka berkeyakinan bahwa situasi harga minyak yang terus melambung pasti akan menemui puncaknya.
"Jika memang belum saatnya balon meledak, tapi nanti pasti waktu akan berbicara, bahwa kita tidak akan lama lagi menyaksikan harga minyak terus melonjak naik," ucap analis dan trader Stephen Schork.
Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Agustus pada perdagangan New York Merchantile Exchange, Jumat 18 Juli waktu setempat di turun 41 sen dolar, menjadi USD128,88 per barel.
Sebelumnya, di awal pekan ini, emas hitam pernah mencatatkan rekor tertinggi hingga pada kisaran USD147 per barel. Sementara itu harga gas turun sekitar satu sen menjadi USD4,105 per galon. (rhs)


