ekonomi global
Negara-Negara Teluk Arab Tertarik Investasi di Negara Lain
Minggu, 20 Juli 2008 - 16:15 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya

AFP
DUBAI - Negara-negara di Teluk Arab saat ini sedang mencoba berekspansi untuk berinvestasi di sektor agrikultur di negara lain. Adapun investasi tersebut untuk mengamankan pasokan pangan, karena adanya ketakutan kurangnya lahan subur, pasokan air dan lonjakan harga pangan global.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, importir terbesar di antara negara-negara Teluk Arab lainnya melihat Asia dan Afrika sebagai tempat untuk berinvestasi di sektor agrikultural.

Seperti dilansir AFP, Minggu (20/7/2008), Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan mengatakan negaranya tertarik dengan negara-negara Asia. Di mana UEA mengimpor sekira 85 persen makanan.

"Berinvestasi agrikultur di negara lain adalah bagian dari strategi investasi kami," kata Menteri Ekonomi UEA Sultan bin Said al-Mansuri.

Di samping itu, total jumlah penduduk enam negara anggota Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan UAE, meningkat sekira 30 juta di tahun 2000 menjadi 35 juta lebih pada tahun 2006.

Meski negara-negara ini memiliki cadangan minyak yang banyak, mereka tidak memiliki sumber air dan lahan subur. Bahkan, impor pangan GCC hanya sebanyak USD10 miliar pada 2007.

Sementara itu, ekonom dari Bank Investasi Hermes, Dubai Monica Malik mengatakan sejumlah negara GCG mencari negara terdekat seperti Sudan. "Faktor kedekatan menjadi hal penting. Hal ini untuk menjaga hubungan baik dengan," ujar Malik.

UEA mempunyai rencana untuk mengembangkan lebih dari 28.328 hektare lahan di Sudan. Di samping itu, UEA dan Arab Saudi juga membidik Mesir dan Pakistan.

Saat ini UEA tengah mempertimbangkan untuk membeli 40.470 hektare lahan dengan nilai USD500 juta. Perusahaan swasta UAE seperti Dubai-yang berlokasi di pusat kota Abraaj, telah membeli lahan di Pakistan. (ade) (rhs)
250x208 250x250