Finance
Euro Semakin Diburu
Senin, 21 Juli 2008 - 16:36 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

Penguatan euro tersebut terjadi selepas pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai inflasi. Seperti dikutip dari Associated Press (AP) Senin (21/7/2008), awalnya, para investor sempat ketar-ketir soal inflasi. Namun setelah Presiden ECB Jean Claude Trichet menyatakan ekonomi negara-negara Eropa akan tumbuh moderat pada tahun ini, investor kembali memburunya. Mata uang dari 15 negara di wilayah Eropa ini di posisi 1,5860 euro per USD.
Sementara nilai tukar rupiah sedikit melemah, kendati tidak siginifikan. Mata uang Tanah Air ini melemah empat poin ke posisi Rp9.147 per USD, di banding perdagangan akhir pekan lalu.
Rupiah sedikit terkoreksi, menyusul harga minyak yang kembali menguat tajam. Harga minyak mentah di New York Mercantile Exchange saat ini terpantau di posisi USD130,72 per barel. Angka ini meningkat dibanding pekan lalu yang berada di kisaran USD127 per barel. (rhs)

