GENEWA - Pertemuan Doha yang dihadiri menteri-menteri perwakilan 30 negara, masih berjalan alot. Perbedaan pendapat menyeruak ketika membahas gap perdagangan dunia.
Soal gap perdagangan dunia selalu menjadi buntunya Pertemuan Putaran Doha. Selama tujuh tahun persoalan tersebut tidak kunjung menemukan titik temu.
Seperti dikutip AFP, Senin (21/7/2008), perbedaan pendapat ketika Menteri Luar Negeri Brazil melontarkan penawaran konsep tarif agrikulitur, di sela Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Doha Development Agenda (DDA) di Jenewa, Swiss.
Negosiasi Doha berisi tentang perdagangan produk pertanian dan akses bagi pasar pertanian. Negosiasi Doha bertujuan untuk menghapus berbagai hambatan perdagangan dunia, salah satunya dengan keringaan berbagai pengenaan tarif.
Sementara itu, Indonesia akan fokus kepada pembahasan di bidang pertanian dan Non-Agricultural Market Acces (NAMA). Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan, pertemuan tingkat menteri itu akan mencari jalan keluar dari kebuntuan negosiasi dalam dua tahun terakhir.
(rhs)