ekonomi global
Inggris Hadapi Resesi Tahun Depan
Senin, 21 Juli 2008 - 14:06 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya

ist
LONDON - Perekonomian Inggris akan berjuang menghadapi resesi dan pengangguran tahun depan. Sedangkan angka inflasi akan berada di atas target yang ditetapkan.

Prediksi yang disebut-sebut sebagai "film horor" itu diungkapkan The Ernst & Young Item Club. Lembaga itu juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Inggris hanya akan tumbuh satu persen pada 2009, sementara inflasi akan berada di atas level toleransi 1%-3% dalam 12 bulan mendatang.

"Akan terjadi kenaikan jumlah pengangguran yang substansial," kata Peter Spencer, ekonom Ernst & Young, seperti dikutip dari Forbes, Senin (21/7/2008), sembari menyebut jumlah pengangguran pada 2010 diperkirakan mencapai dua juta jiwa.

Ernst & Young memperkirakan harga minyak akan mencapai puncaknya pada angka USD150 per barel musim panas ini, sebelum akhirnya turun mencapai USD100 dalam dua tahun mendatang.

Ditambahkan Spencer, konsumen akan memotong pengeluaran yang tidak diperlukan untuk mengatasi kenaikan harga pangan dan energi. "Banyak pengeluaran yang akan dipotong," sebutnya.

Ramalan Ernst & Young ini muncul setelah Sir John Gieve, wakil gubernur Bank of England, mengingatkan inflasi akan merangkak naik melebihi 4 persen tahun ini. Dia juga memperkirakan kemungkinan terjadinya resesi.

David Blanchflower, anggota komite suku bunga Bank of England, dalam wawancaranya dengan Guardian menyebutkan, perekonomian Inggris akan mengalami resesi yang berlangsung lebih dari setahun dan menghilangkan ratusan ribu lapangan kerja.

Blanchflower menyarankan Bank of England mengurangi suku bunganya dengan cepat untuk mencegah penurunan perekonomian. (jri)
250x208 250x250