Sektor Riil
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt
Selasa, 22 Juli 2008 - 13:21 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Ketua DPP REI DKI Jakarta Teguh Satrio mengatakan, Menteri Perumahan Rakyat belum merespons usulan ini. Kendati demikian, REI DKI Jakarta memahami, untuk menerapkan harga jual membutuhkan proses.
"Kami menilai tidak perlu diputuskan hari ini atau bulan ini. Karena butuh proses. Setelah ada delivery order dari pembangunan rusunami, misalnya di Cengkareng. Delivery ordernya pada Agustus, jadi setelah itu baru bisa diputuskan kenaikan harganya," papar Teguh, di sela muker, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (22/7/2008).
Dia mengusulkan harga jual batas atas revisi ini Rp180 juta per unit. Perhitungannya, karena kenaikan harga BBM yang memicu harga material bangunan.
"Sudah tidak mungkin harga rusunami di DKI atau di kota besar, dengan harga yang saat ini berlaku. Kalau dipaksakan maka akan hasilnya terganggu," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari mengatakan, harga tertinggi rumah susun sewa milik (rusunami) Rp140 juta dan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan Rp1,5 juta sampai Rp3 juta. (rhs)

