Fiskal & Moneter
Sri Mulyani:
Masyarakat Happy Adalah Aset
Selasa, 22 Juli 2008 - 10:30 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 14:08
Bencana Berkurang, Hibah Belum Tentu Turun -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Utang PDAM Adalah Warisan Krismon 1997 -
Rabu, 27/08/2008 11:08
Menkeu: PMK 120/2008 Jangan Disalahartikan -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Pemerintah Berwenang Tentukan Batas Atas Tarif Pajak -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Dirjen PU: Membandingkan ORI dengan Deposito Itu Salah! -
Selasa, 26/08/2008 17:08
Lelang 3 SUN, Depkeu Serap Rp2,463 T -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Royalti Batu Bara
Pemerintah Lakukan 4 Tindakan Tegas -
Selasa, 26/08/2008 13:08
Inilah 5 Agen Penjual ORI 005 Terlaris -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Pertama Kali, Target ORI 005 Dipatok Rp6,225 T -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Penggunaan Underlying Asset SBSN Baru 22,2%

"Masyarakat bahagia (happy) itu adalah aset. Tapi itu adalah untangible asset," ucap Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, saat memberikan sambutan di acara Local Economic Governance Award yang diselenggarakan KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah), di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/7/2008).
Entah serius atau tidak, yang jelas, Sri Mulyani mengartikan ungkapannya itu sebagai gambaran realitas APBN saat ini. Dimana sebagian besar APBN saat ini akan digunakan untuk subsidi.
"Total keseluruhan subsidi pada 2008 akan mencapai Rp336 triliun dan ini jauh melebihi anggaran belanja K/L kita yang secara keseluruhan tahun mencapai Rp290 triliun," jelasnya.
Sehingga, lanjutnya, bagaimana negara ini mau bertambah asetnya jika, sebagian besar uangnya habis dibakar alias untuk kebutuhan subsidi.
Tapi, paling tidak, menurutnya, membuat bahagia masyarakat dengan subsidi juga merupakan suatu aset. (ade) (rhs)


