Fiskal & Moneter
66% Raperda Disarankan Ditolak
Selasa, 22 Juli 2008 - 11:30 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 14:08
Bencana Berkurang, Hibah Belum Tentu Turun -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Utang PDAM Adalah Warisan Krismon 1997 -
Rabu, 27/08/2008 11:08
Menkeu: PMK 120/2008 Jangan Disalahartikan -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Pemerintah Berwenang Tentukan Batas Atas Tarif Pajak -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Dirjen PU: Membandingkan ORI dengan Deposito Itu Salah! -
Selasa, 26/08/2008 17:08
Lelang 3 SUN, Depkeu Serap Rp2,463 T -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Royalti Batu Bara
Pemerintah Lakukan 4 Tindakan Tegas -
Selasa, 26/08/2008 13:08
Inilah 5 Agen Penjual ORI 005 Terlaris -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Pertama Kali, Target ORI 005 Dipatok Rp6,225 T -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Penggunaan Underlying Asset SBSN Baru 22,2%

"Itu dihasilkan setelah kami melakukan evaluasi terhadap 1.800 raperda," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat memberikan sambutan di acara Local Economic Governance Award yang diselenggarakan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/7/2008).
Menkeu menambahkan, jika dilihat dari penyebarannya, maka perda atau raperda yang paling banyak mendapat rekomendasi adalah dari sektor perhubungan, pertanian, dan pekerjaan umum.
Sementara, jika dikaitkan dengan wilayah dari mana perda atau raperda itu berasal, maka, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Jawa Barat adalah tiga provinsi dimana perda atau raperdanya banyak dibatalkan. (rhs)


