Fiskal & Moneter
Defisit RAPBN 2009 Ditargetkan 1,5%
Selasa, 22 Juli 2008 - 17:03 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 04/09/2008 13:09
BI: Akhir 2008, Inflasi IHK 11,5-12,5% -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Sukuk Diterbitkan Semester I-2009 -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Capai Target Inflasi, BI Waspadai Demand -
Kamis, 04/09/2008 10:09
Institusi Domestik Kuasai SUN 78,8% -
Selasa, 02/09/2008 16:09
Pembeli Barang Mewah Harus Punya NPWP -
Selasa, 02/09/2008 14:09
Pemerintah Susun PP RUU PPh -
Selasa, 02/09/2008 13:09
15 Kementerian/Lembaga Lakukan PNBP Tak Sesuai PP -
Selasa, 02/09/2008 12:09
RUU PPh Kurangi Potensi Penerimaan Pajak Rp40 T -
Selasa, 02/09/2008 11:09
RUU PPh Siap Disahkan -
Selasa, 02/09/2008 11:09
Sri Mulyani:
Potensi Ekspor Harus Banyak Digenjot

"Asumsi tersebut merupakan dengan pendapatan negara Rp1.158 triliun dan belanja mencapai Rp1.237 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang juga pejabat sementara Menko Perekonomian.
Asumsi tersebut merupakan salah satu hasil rapat mengenai nota keuangan dan RAPBN 2009, yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (22/7/2008) sejak pukul 10.00 WIB.
Dengan patokan pertumbuhan ekonomi 6,2 persen, maka produk domestik bruto tahun depan, akan diperkirakan angka pada Rp5.295 triliun. Jumlah itu naik 18 persen. "Kalau dibandingkan pada APBNP 2008, GDP kita adalah Rp4.484 triliun," pungkasnya. (Iman Rosidi/Trijaya/rhs)


