Finance
Intervensi BI Jaga Pergerakan Rupiah
Selasa, 22 Juli 2008 - 16:55 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

Penurunan tipis tersebut lebih merupakan intervensi Bank Indonesia (BI), yang terus menjaga pergerakan Rupiah.
Hal tersebut dikatakan oleh Head Trading Bank Niaga Emanuel Kurniawan Kriswijayanto saat dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (22/7/2008).
Menurutnya, ketika harga minyak relatif lebih murah, banyak orang yang berbondong-bondong untuk membeli USD. Namun karena adanya campur tangan dari BI, volume transaksi rupiah pun menjadi tidak terlalu marak.
Bank sentral disinyalir akan menjaga pergerakan rupiah pada kisaran Rp9.120-Rp9.180 per USD. "Karena sejak sepekan terakhir memang menunjukkan hal yang serupa," ungkapnya.
Walaupun sempat menyentuh level tertinggi pada Rp9.175 per USD, namun rupiah kembali melemah sampai level Rp9.115 per USD, sebelum akhirnya ditutup pada level Rp9.143 per USD. (ade) (rhs)

