Sektor Riil
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas
Rabu, 23 Juli 2008 - 14:50 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Deputi Operasi BP Migas Eddy Purwanto mengatakan, harga jual tersebut dengan asumsi Japan Crude Cocktai (JCC) USD120 per barel.
"Akhir tahun ini HoA-nya kami targetkan sudang ditandatangani," ujar dia dalam Konperensi Pers LNG Tangguh, di Kantor BP Migas Patra Jasa, Jakarta, Selasa (23/7/2008).
Dia menambahkan, untuk volume pengiriman gas dari lapangan yang terletak di Teluk Bintuni tersebut voulumenya 1 metrik ton per anum (MTPA) peride 2010-2012.
Dengan dilakukannya diversion itu maka harga rata-rata kontrak LNG Tangguh dengan asumsi harga JCC USD120 perbarel maka potensi kenaikan nilai kontrak LNG Tangguh sebesar USD19,7 miliar. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)


