Sektor Riil
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas
Rabu, 23 Juli 2008 - 14:50 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Deputi Operasi BP Migas Eddy Purwanto mengatakan, harga jual tersebut dengan asumsi Japan Crude Cocktai (JCC) USD120 per barel.
"Akhir tahun ini HoA-nya kami targetkan sudang ditandatangani," ujar dia dalam Konperensi Pers LNG Tangguh, di Kantor BP Migas Patra Jasa, Jakarta, Selasa (23/7/2008).
Dia menambahkan, untuk volume pengiriman gas dari lapangan yang terletak di Teluk Bintuni tersebut voulumenya 1 metrik ton per anum (MTPA) peride 2010-2012.
Dengan dilakukannya diversion itu maka harga rata-rata kontrak LNG Tangguh dengan asumsi harga JCC USD120 perbarel maka potensi kenaikan nilai kontrak LNG Tangguh sebesar USD19,7 miliar. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)

