Sektor Riil
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir
Rabu, 23 Juli 2008 - 16:32 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 11:08
139 PDAM Dalam Kondisi Sekarat -
Rabu, 27/08/2008 08:08
Harga Baru LNG Tangguh Mulai 2010 -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ekspor Mineral Harus Diatur -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ketua DPR Sayangkan Naiknya Harga LPG -
Selasa, 26/08/2008 16:08
Royalti Batu Bara
Kemacetan Gara-Gara Pasal Peralihan -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Tambahan Insentif Dorong Pertamina Sumbang PNBP -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Pemerintah Beri Dana Pembangunan untuk Sumsel -
Selasa, 26/08/2008 15:08
BTN Yakin Kredit Tembus Rp13,5 T -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Pemerintah Usung Pembangunan KTM -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Belum ada Keberpihakan Parpol pada Demokratisasi Ekonomi

Deputi Operasional BP Migas Eddy Purwanto mengatakan, pemberitaan yang berkembang dikhawatirkan mengganggu proses renegosiasi yang sedang dilakukan pemerintah.
"Siapapun tidak dapat disalahkan baik pemerintah, Presiden, Menteri maupun tim negosiasi yang pada waktu itu sudah berupaya semaksimal mungkin," ujar dia, di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2008).
Menurut dia, pada saart itu, tidak seorangpun yang dapat memprediksi bahwa harga minyak dunia akan menembus di atas USD100 per barel. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)


