Fiskal & Moneter
BPS Akui Belum Maksimal Ungkap Data Kemiskinan
Rabu, 23 Juli 2008 - 09:13 wib
Berita Lainnya
-
Minggu, 05/10/2008 17:10
Dana Talangan Tak Pulihkan Kepercayaan Pasar -
Minggu, 05/10/2008 14:10
Ekspor Migas Tidak Terganggu Kebijakan Bailout -
Minggu, 05/10/2008 11:10
Belanja Pemerintah Akan Diperbaiki -
Minggu, 05/10/2008 11:10
Arus Fiskal Ke Daerah Belum Tembus 30% APBN -
Sabtu, 04/10/2008 10:10
Makroekonomi Belum Sejahterakan Daerah -
Jum'at, 03/10/2008 13:10
Pemulihan Daya Beli & Penyerapan Anggaran Jaga Pertumbuhan Ekonomi -
Jum'at, 03/10/2008 09:10
Sebaiknya Jangan Ada Penjatahan KEK -
Kamis, 02/10/2008 13:10
Bidik Sektor Konstruksi, Ditjen Pajak Gandeng BPKP -
Kamis, 02/10/2008 12:10
Penciptaan Lapangan Pekerjaan Masih Sempit -
Rabu, 01/10/2008 10:10
F-PG akan Hilangkan Pajak Lingkungan

"Keterbatasan kemampuan kami terutama disebabkan belum dimilikinya informasi tentang kondisi kemiskinan secara spesifik pada semua daerah di Indonesia," ujar Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS Wynandin Imawan di Jakarta.
Padahal, kata Wynandin, penyebab kemiskinan di satu daerah tidak sama dengan daerah lain, sehingga juga diperlukan cara pengentasan yang beragam.
Terkait hal itu, kebutuhan data statistik kemiskinan yang lebih beragam baik di pedesaan maupun perkotaan sangat mendesak. Menurut dia, dengan sistem penghitungan kemiskinan yang berlaku saat ini, yakni dengan menggunakan persentase angka kemiskinan di desa, kelurahan, atau kecamatan dengan memanfaatkan hasil sensus penduduk yang diperoleh dari kegiatan pemetaan kemiskinan (proverty mapping), tidak bisa memberikan hasil yang lebih komprehensif.
"Kondisi itu menyebabkan data kemiskinan pada umumnya mengedepankan jumlah," kata dia. Padahal, jelas dia, kemiskinan tidak hanya terkait jumlah atau persentase. Sebaliknya, kemiskinan erat berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat miskin.
Kualitas hidup masyarakat miskin, berkaitan dengan status kesehatan, tingkat pendidikan, seberapa jauh mengakses fasilitas kesehatan dasar, pendidikan dasar, air bersih, dan sanitasi. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)

