Fiskal & Moneter
Krisis Pangan & Energi
Peran Bank Sentral Sangat Dibutuhkan
Rabu, 23 Juli 2008 - 14:48 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 14:08
Bencana Berkurang, Hibah Belum Tentu Turun -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Utang PDAM Adalah Warisan Krismon 1997 -
Rabu, 27/08/2008 11:08
Menkeu: PMK 120/2008 Jangan Disalahartikan -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Pemerintah Berwenang Tentukan Batas Atas Tarif Pajak -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Dirjen PU: Membandingkan ORI dengan Deposito Itu Salah! -
Selasa, 26/08/2008 17:08
Lelang 3 SUN, Depkeu Serap Rp2,463 T -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Royalti Batu Bara
Pemerintah Lakukan 4 Tindakan Tegas -
Selasa, 26/08/2008 13:08
Inilah 5 Agen Penjual ORI 005 Terlaris -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Pertama Kali, Target ORI 005 Dipatok Rp6,225 T -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Penggunaan Underlying Asset SBSN Baru 22,2%

"Sebagai bank sentral, mereka dapat melakukan stabilisasi harga pangan dan energi. Kedua, mereka juga bisa melakukan pembiayaan-pembiayaan terhadap kegiatan yang mendukung terjadinya ketahanan pangan dan energi," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, dalam acara BUMN Executive Breakfast Meeting, di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Dia menambahkan, dengan adanya kerja sama bank sentral dan perbankan secara keseluruhan, terutama dengan para BUMN yang bekerja di bidang masing-masing, akan terjadi sinergi yang baik untuk menghadapi tantangan ke depan.
Seperti diketahui, penyebab terjadinya krisis pangan dan energi adalah adanya commodity supercycle seperti komoditi pangan dan energi yang merupakan gabungan atau resultan dari adanya permintaan yang sangat cepat dalam dasarwarsa terakhir.
Adapun kecepatan ini melebihi persediaan bahan-bahan yang harus dipersiapkan, baik pangan maupun energi. Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi China dan India, permintaan akan pangan dan energi pun melonjak sangat besar, sehingga antara permintaan dan ketersediaan bahan menjadi senjang hingga mengakibatkan harga melambung. (ade)
(rhs)


