Fiskal & Moneter
Hartadi: Commodity Supercycle Capai Puncak
Rabu, 23 Juli 2008 - 16:16 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Saat ini, tambahan permintaan semu semakin bertambah, ini dikarenakan komoditas energi dan pangan sudah menjadi objek spekulasi. Hal inilah yang disebut commodity supercycle.

"Mudah-mudahanan saya mendengar dengan berdasarkan data dalam beberapa hari ini, bahwa commodity supercycle telah mencapai puncaknya, dan kemudian sudah mulai ada tanda-tanda penurunan," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, dalam acara BUMN Executive Breakfast Meeting, di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (23/7/2008).

Hartadi menambahkan, satu hal yang harus disadari adalah adanya tambahan permintaan yang pesat, yaitu permintaan tambahan persediaan pangan untuk mengantisipasi ketidakpastian yang ada di masa mendatang, misalnya seperti bencana alam dan konflik politik.

"Kunci untuk mengatasi ini adalah harus ada coordinated network dari berbagai policy, khususnya yang menyangkut policy global," tambahnya.

Saat ini, masyarakat melihat, bagaimana lembaga Pemerintahan AS seperti National Treasury (Departemen Keuangan AS) bekerja sama dalam mengatasi commodity crisis, seperti misalnya kasus terakhir Predimax, yang menyebabkan anjloknya equity market di seluruh dunia.

Hal inilah yang menyebabkan Departemen Keuangan AS dan The Fed akan masuk lagi ke pasar, untuk strongly support agar pasar keuangan bisa menjadi stabil kembali. Coordinated network di AS, Eropa dan negara lainnya inilah yang pada dasarnya akan membantu soal perumusan berbagai kebijakan di dalam negeri. (ade) (rhs)
250x208 250x250