JAKARTA - Saat masih menjadi mahasiswa, Menkeu Sri Mulyani mengakui tidak menyukai mata kuliah akuntasi. Bahkan, dia selalu memperoleh nilai di bawah rata-rata.
"Saya selalu mendapat nilai akuntansi di border, yakni 6 atau 6,5," katanya saat membuka Konferensi Sektor Publik, Kerja Sama BPK RI, IAI, dan CPA Australia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Setelah lulus universitas, Sri Mulyani yang baru menyadari bahwa masalah akuntansi adalah sesuatau yang menarik. Menurutnya, akuntansi adalah suatu fakta, tidak ada yang bisa disembunyikan di suatu neraca keuangan.
"Ini menarik karena bagaimana caranya bisa membuat suatu neraca seimbang. Kalau Saya menyadari hal ini sejak dulu. Nilai akuntansi saya bisa 10. Saya tidak akan menjadi Menkeu tapi ahli akuntan," ujarnya sambil disambut tawa para tamu.
(rhs)