Finance
UOB Buana Tender Offer Rp1.638 per Saham
Rabu, 23 Juli 2008 - 12:47 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 20/08/2008 15:08
Kuroto Kuasai 9,22% Saham Ace Hardware -
Rabu, 20/08/2008 15:08
Ratu Prabu Optimalkan Sumur di Sumsel -
Rabu, 20/08/2008 14:08
ARTI Diversifikasi Usaha ke Properti Rp3 Triliun -
Rabu, 20/08/2008 14:08
BEI Pertanyakan Penurunan Saham Yanaprima -
Rabu, 20/08/2008 14:08
Total Bangun Incar Proyek Baru Senilai Rp2 Triliun -
Rabu, 20/08/2008 13:08
Sinar Mas Multiartha Bentuk 3 Unit Usaha Baru -
Rabu, 20/08/2008 12:08
CNKO Bantah Goreng Saham -
Rabu, 20/08/2008 12:08
Harga Minyak Dorong IHSG -
Rabu, 20/08/2008 11:08
2008, Astra Graphia-SAT Proyeksikan Revenue Rp1,2 T -
Rabu, 20/08/2008 10:08
Astra Graphia Kuasai 99,99% Saham SAT

Hal tersebut seperti diungkapkan Dirut UOB Buana Armand B Arief dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Adapun dalam penawaran tender adalah 17 persen lebih tinggi dari harga pasar tertinggi atas saham perseroan di bursa dalam jangka waktu 90 terakhir sebelum rencana go private pada 22 Juni 2008 yaitu sebesar Rp1.400 per saham.
Hal tersebut 7,9 persen lebih tinggi daripada harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir, ditambah premi berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun yang secara keseluruhan sebesar Rp1.518 per saham.
Untuk itu, perseroan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Agustus 2008 mendatang. Dengan perkiraan periode penawaran tender mulai 23 September-22 Oktober 2008 dan perkiraan delisting ke BEI pada 5 November 2008.
Seperti diketahui, saat ini komposisi para pemegang saham BBIA sendiri terdiri dari United Overseas Bank International Investment Private Limited Singapura sebesar 61,13 persen, PT Sari Dasa Karsa 26,75 persen, Karman Tandanu 0,16 persen, Eddy Muljanto 0,08 persen, serta publik 11,88 persen.
Adapun alasan dari go private ini karena saham perseroan yang diperdagangkan hanya berjumlah 11,45 persen dengan jumlah pemegang saham yang tidak melebihi 350 pemegang saham, maka saham-saham tersebut jarang diperdagangkan dan dianggap oleh para pelaku pasar sebagai saham yang tidak likuid. (ade) (rhs)


