Finance
Dapat Sindikasi USD300 Juta, Bayan Refinancing
Rabu, 23 Juli 2008 - 15:41 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

"Bertindak sebagai Lead Arrangers dan Bookrunners ING Wholesale Banking, Standard Chartered Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation," kata Presiden Direktur Bayan Eddie Chin dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Eddie mengatakan, dana pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) dan pembiayaan kembali (refinancing).
Selain itu, pinjaman sindikasi tersebut juga untuk mendukung pendanaan kegiatan usaha perseroan lainnya. Namun dia tidak menyebutkan komposisi penggunaan pinjaman sindikasi tersebut.
"Itu untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan, selain pendanaan yang berasal dari pasar modal," ujarnya.
Saat ini, Bayan masih dalam proses pembentukan harga (bookbuilding) dalam rangka penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang ditargetkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) 8 Agustus mendatang.
Rencananya, perseroan akan melepas 25 persen atau 833,333 juta saham dengan nilai nominal Rp100 di harga Rp5.600-7.700 per lembar. Dengan demikian ditargetkan dana IPO mencapai Rp4,667 - 6,417 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi PT Trimegah Securities Tbk. (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

