Finance


CSR Indonesia Terbelakang di Asia

Rabu, 23 Juli 2008 - 19:01 wib
text TEXT SIZE :  
Nuria - Okezone

JAKARTA - Praktek Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia masih sangat tertinggal dengan negara-negara lain di Asia.

Hal ini karena perusahaan di Indonesia baru menerapkan program ini pada beberapa tahun terakhir, sementara negara Filipina yang menjadi benchmark program ini, sudah menerapkan program itu sejak tahun 1970.

Padahal Indonesia dan Filipina sendiri memiliki kesamaan pola pemerintahan yang cenderung otoriter. Di zaman Soeharto lalu, Indonesia adalah negara yang represif, sehingga kesadaran masyarakat untuk membangun hampir tidak ada.

"Sementara, ketika Filipina yang dipimpin oleh pemerintahan Marcos tidak lagi melakukan praktek KKN," kata Manajer Eksternal Relation IBL Danie Prakosa di Gedung WTC, Jakarta, Rabu (23/7/2008).

Selain Filipina, Thailand juga muncul sebagai benchmark program CSR di Asia, karena Raja Thailand sangat memperhatikan lingkungan, serta masalah-masalah sampah, setiap rabu pagi hingga siang hari, Raja Thailand selalu ikut serta dalam membersihkan sampah.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak memiliki peraturan CSR, jadi dengan adanya aturan ini, pemerintah seperti terkesan memaksakan, padahal program CSR adalah program yang sukarela, dan merupakan tanggung jawab sosial perusahaan. (ade) (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4