Finance
Saham Pertambangan Jadi Penentu
Kamis, 24 Juli 2008 - 07:44 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 10/10/2008 17:10
Rating Indosat Naik Jadi Ba1 -
Jum'at, 10/10/2008 17:10
Investor Harus Tumbuhkan Kebersamaan -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
HSBC Tak Mau Andalkan Dana Inggris -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
Otoritas Bursa Usut Penyebar Informasi Menyesatkan -
Jum'at, 10/10/2008 16:10
Waduh, Rupiah Ditutup Rp9.850! -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
BEI Akan Kembali Bertemu Bakrie Group -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
CIMB Niaga Bantah Punya Mortgage di AS -
Jum'at, 10/10/2008 15:10
Antam: Berita Pembelian BUMI Hanya Isapan Jempol -
Jum'at, 10/10/2008 14:10
BEI Tak Ingin Krismon 1997 Terulang -
Jum'at, 10/10/2008 14:10
Rizal Ramli:
Buy Back BUMN Hanya Untungkan Asing & Elit

Berikut analisa dari tiga perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks akhirnya berhasil menutup penurunan tajam selama dua hari pada akhir pekan lalu dengan menguat 13 poin ke posisi 2.225. Turunnya harga minyak menjadi sentimen positif ke sektor banking, properti dan semen sebaliknya komoditas tertekan.
Indeks akan rebound lebih kuat apabila harga minyak makin turun. Indeks diperkirakan masih menguat dikisaran 2.200-2.240 dengan pilihan saham, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Bhakti Investama
Indeks ditutup menguat 13 poin aksi beli selektif terhadap sector perbankan dan properti mengantisipasi keluarnya laporan keuangan dan juga didukung oleh penurunan harga minyak.
Indeks pada hari ini masih berpeluang menguat dengan rentang 2.220-2.270.
Trimegah Securities
Euforia menghijaunya bursa regional pada perdagangan hari Rabu kemarin berhasil mendorong laju penguatan IHSG menguji resistensi 2.230, walaupun pada akhirnya ditutup pada 2.225 menguat tipis sebesar 13,1 poin.
Dengan tetap mewaspadai bayang-bayang aksi profit taking pada beberapa saham unggulan, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak pada kisaran 2.220 - 2.250. (rhs)


