Finance
Saham Pertambangan Jadi Penentu
Kamis, 24 Juli 2008 - 07:44 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan pada Kamis (24/7/2008) diprediksi masih berpotensi menguat. Adapun penguatan tersebut dikarenakan harga minyak yang menurun serta naiknya harga komoditi, mulai dari pertambangan, properti, hingga perbankan.

Berikut analisa dari tiga perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks akhirnya berhasil menutup penurunan tajam selama dua hari pada akhir pekan lalu dengan menguat 13 poin ke posisi 2.225. Turunnya harga minyak menjadi sentimen positif ke sektor banking, properti dan semen sebaliknya komoditas tertekan.

Indeks akan rebound lebih kuat apabila harga minyak makin turun. Indeks diperkirakan masih menguat dikisaran 2.200-2.240 dengan pilihan saham, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).  

Bhakti Investama

Indeks ditutup menguat 13 poin aksi beli selektif terhadap sector perbankan dan properti mengantisipasi keluarnya laporan keuangan dan juga didukung oleh penurunan harga minyak.

Indeks pada hari ini masih berpeluang menguat dengan rentang 2.220-2.270.

Trimegah Securities

Euforia menghijaunya bursa regional pada perdagangan hari Rabu kemarin berhasil mendorong laju penguatan IHSG menguji resistensi 2.230, walaupun pada akhirnya ditutup pada 2.225 menguat tipis sebesar 13,1 poin.

Dengan tetap mewaspadai bayang-bayang aksi profit taking pada beberapa saham unggulan, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak pada kisaran 2.220 - 2.250. (rhs)
250x208 250x250