ekonomi global
UE-AS Tuntut Akses Pasar Ekspor
Rabu, 23 Juli 2008 - 09:21 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 09:09
Harga Minyak Kian Merosot -
Jum'at, 05/09/2008 08:09
Sukses Perluas Pasar melalui Akuisisi -
Kamis, 04/09/2008 16:09
Simposium Ekonomi Global Pertama Digelar -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Brasil Tolak Ajakan Iran Masuk OPEC -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Kurang Dana, Harian The New York Sun Tutup

Kedua raksasa ekonomi ini menginginkan pasar ekspor dari negara-negara berkembang dibuka untuk kepentingan ekspor mereka. Hal ini juga dinilai sesuai dengan perundingan Putaran Doha yang diadakan tujuh tahun lalu. Komisioner Perdagangan UE Peter Mandelson telah menyampaikan secara tidak langsung ultimatum tentang sikap mereka.
Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal yang berbahaya bagi sektor pertanian. Mereka juga menekankan jika rencana pemotongan tarif subsidi pertanian di negara-negara berkembang bisa dilakukan sebagai hal yang kondisional. Mandelson,yang memiliki tekanan politik kuat khususnya dari Prancis, tetap bersikeras pada keinginannya.
"Mereka harus realistis. Pemotongan ini harus memberikan akses pasar baru dalam kenyataannya. Itu adalah garis politik kami.Tidak ada lagi kerja sama bagi kami.Ini juga tidak akan semakin dekat pula dengan kesepakatan," jelasnya. UE mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan isu pertanian tersebut hingga saat ini.
Mereka menawarkan perpanjangan pengajuan pemotongan tarif pertanian hingga 60 persen dari 54 persen. Pada awalnya, Mandelson mengatakan Eropa memang telah menyiapkan rencana pemotongan pendapatan para petani yang dinilai akan semakin lebih menyakiti mereka. Namun, hal ini akan dilakukan jika ada jaminan kemajuan pembicaraan,terutama pembahasan tentang tarif industri dan pelayanan.
"Kami mempersiapkan menawarkan lebih banyak di pertemuan ini.Namun,setiap orang harus memahami kami membutuhkan suatu hal yang bisa kembali ke kami," ujarnya. Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Susan Schwab meminta setiap negara memainkan peranan mereka dalam pertemuan itu.
Dia menekankan peranan kritis yang fundamental untuk pertumbuhan pasar dalam pertemuan WTO. Hal ini bukan hanya berlaku pada negara berkembang yang tidak memiliki akses cepat bagi pertumbuhan pasarnya. "Sekitar 70 persen tarif di negara berkembang dibayar negara berkembang lainnya. Ia tidak dibayar negara maju," terangnya.
Amerika Serikat juga mengklaim telah menyiapkan kontribusi bagi pertumbuhan pasar di setiap negara. Kontribusiyangsangatbesarinihadir melalui pasar liberal daripada pemotongan subsidi.
Schwab melihat,pertemuan juga ada semangat antisipasi dan momentum untuk menyukseskan pertemuan tersebut. Menteri Perdagangan dan Industri Mesir Rachid Mohamed Rachid menyatakan optimistis terhadap pertemuan. (Susi Susanti/Sindo/rhs)


