ekonomi global
Harga Minyak Ambles USD3 per Barel
Rabu, 23 Juli 2008 - 09:38 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

Selain membuat harga minyak kembali turun, lancarnya suplai juga membuat minyak mencapai level terendahnya sejak Juni silam. Ini adalah kemerosotan harga minyak yang kelima dalam kurun waktu enam hari sesi pengiriman.
Pada perdagangan hari terakhir di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Agustus mengalami penurunan sebesar USD3,09 ke posisi USD127,95 per barel. Belakangan, kontrak harga yang akan segera digantikan oleh pengiriman September itu juga jatuh ke level USD125,63 per barel.
Fakta lanjutan yang membuat harga minyak turun dari level tertingginya pada USD147 per barel ini membuat investor bergegas untuk menarik uangnya dari pasar modal.
Hal ini juga mengindikasikan bahwa perdagangan untuk sementara akan mengalami bearish, tidak adanya berita besar juga disinyalir akan menarik pasar modal ke level bawah.
"Ini lebih dari sekedar jalan keluar panjang pasar modal yang bisa menyebabkan hedge funds," ujar Presiden Direktur Konsultasi Energi Ritterbusch and Associates. "Banyak dari kalangan investor yang menyambut turunnya harga minyak ini," lanjutnya, seperti dikutip Associated Press, Rabu (23/7/2008).
Sementara di Washington, para senator menghasilkan voting bulat 94-0 untuk menyusun rencana pembatasan komisi Commodity Futures Trading pada perdagangan minyak, yang pastinya akan disambut gembira oleh kalangan investor.
Sejumlah perangkat hukum demokrasi serta kritikus mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian untuk memutus gerak-gerik spekulator yang sering mempermainkan harga minyak. (rhs)


