ekonomi global
Spekulan Bukan Penyebab Lonjakan Harga Minyak
Rabu, 23 Juli 2008 - 10:44 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya

ist
WASHINGTON - Laporan sementara satuan tugas antarinstansi yang dibentuk pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan lonjakan harga minyak disebabkan faktor penawaran dan permintaan, bukan akibat ulah spekulator.

Satuan tugas tersebut dipimpin oleh Komisi Bursa Perdagangan Komoditas AS dan dibantu enam instansi lainnya, termasuk Bank Sentral dan Departemen Keuangan AS.

Dalam laporan itu disebutkan, analisis pendahuluan yang dibuat tidak mendukung adanya aktivitas spekulatif yang secara sistematis memicu perubahan harga minyak. Disebutkan pula, perekonomian dunia tumbuh cepat dalam satu dekade belakangan ini, terutama di negara berkembang seperti China dan India. Faktor itu pulalah yang mendorong tingginya permintaan minyak.

"Ketidakseimbangan antara kelangkaan penawaran dan tumbuhnya permintaan telah mendorong harga minyak dan reaksi pasar yang lebih besar," sebut laporan itu, seperti dikutip dari Reuters dan The New York Times, Rabu (23/7/2008).

Sebelumnya, persoalan apa yang menjadi penyebab melonjaknya harga minyak dunia menjadi perdebatan di berbagai forum. Seperti yang terjadi dalam konferensi produsen dan konsumen minyak di Jeddah, Minggu 22 Juni lalu.

Saat itu Raja Abdullah dari Arab Saudi menuduh para spekulan yang bertanggung jawab. Sementara peserta konferensi dari AS dan negara-negara Barat lainnya menyalahkan tingkat produksi minyak yang rendah. Pernyataan AS dan sekutu Baratnya itu senada dengan Badan Energi Internasional (IEA), bahwa dunia butuh investasi baru tidak kurang dari USD5,4 triliun menutup kekurangan pasokan minyak dunia.

Sementara dari Iran dilaporkan, Teheran menolak usulan kenaikan kuota produksi minyak dari OPEC, meski harga minyak mentah dunia terus naik. Negeri Mullah itu berpendapat kondisi saat ini belum membutuhkan penambahan kuota produksi.

OPEC akan menggelar pertemuan pada 9 September mendatang di Austria. Presiden OPEC Chakib Khelil menyatakan, OPEC mengusulkan peningkatan kapasitas produksi sebagai langkah mengatasi kenaikan permintaan minyak mentah. (jri)
250x208 250x250