ekonomi global
Walau Tergerus, Performa Yahoo Tak Buruk
Rabu, 23 Juli 2008 - 11:53 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

foto: Istimewa
Kejadian tersebut kembali sempat membuat para pemegang saham frustasi dan memunculkan keraguan pada perusahan kelas kakap tersebut.
Hal tersebut berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti dikutip dari Associated Press (AP), Rabu (23/7/2008).
Sementara itu, manajemen Yahoo juga tetap menjaga target pendapatannya pada 2008. Mereka yakin kalau kondisi keuangan perusahaan akan tetap sehat, meskipun tekanan ekonomi Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa masih mengalami pelambatan ekonomi.
Bahkan, harga saham Yahoo kembali rebound sebesar 58 sen pada perdagangan di Wall Street, setelah sebelumnya sempat jatuh 27 sen, untuk kemudian ditutup pada level USD21,40.
"Mereka bisa membuat kejutan dari kemungkinan yang terburuk. Ini memang bencana kuartal, dan tidak bagus untuk semua, namun ini bukanlah bencana yang terburuk," tutur Analis Colin Gillis Cannaccord Adams.
Perusahaan yang bermarkas di The Sunnyvale, California ini membukukan pendapatan sebanyak USD131 juta, atau turun sebanyak 18 persen dari angka kuartal kedua tahun lalu yang membukukan USD161 juta.
Hal tersebut merupakan yang kesembilan kalinya dalam kurun waktu 10 kuartal terakhir, pendapatan Yahoo tergerus dari tahun sebelumnya. Bahkan banyak analis yang memproyeksikan saham Yahoo akan bertengger pada likuiditas 11 sen per saham.
Seperti diketahui, kebutuhan belanja kuartal kedua Yahoo yang menghabiskan dana sebesar USD22 miliar, sebagian besar digunakan untuk kebutuhan eksternal yang berhubungan dengan legal defense, sama halnya dengan apa yang terjadi pada kuartal pertama lalu. Dimana Yahoo menghabiskan uang sebanyak USD36 miliar, untuk bergelut melawan kompetitornya Microsoft dan Icahn.
Namun pendapatan total pada kuartal kedua yang berjumlah USD1,8 miliar ini, sebenarnya meningkat sebesar 6 persen dari periode yang sama pada tahun lalu, yakni USD1,7 miliar.
Setelah membayar komisi pada para rekan bisnis, total pendapatan Yahoo menjadi sebesar USD1,35 miliar, atau sekitar USD20 juta lebih rendah dari prediksi para analis.
Chief Executive Yahoo Jerry Yang berharap para pemegang saham dapat melihat kinerja kuartal terakhir itu sebagai langkah untuk menuju ke jalan yang benar.
"Perusahaan ini sudah berjalan dengan baik di tengah ketatnya persaingan ekonomi dan lingkungan bisnis. Kami yakin masih banyak hal baik yang akan bisa menghampiri kita," tutupnya. (ade) (rhs)


