Sektor Riil
PE Buat Harga TBS Petani Meningkat
Kamis, 24 Juli 2008 - 20:10 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

"Bulan lalu pengusaha harus membayar PE 20 persen dan setiap MT membayar USD228,80," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Menurut Derom, dengan PE itu maka harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani akan meningkat. Dia menyebutkan petani akan mendapatkan keuntungan sekira Rp1.600/kg. "Saat ini para petani memperoleh keuntungan Rp1.150/kg dengan PE 15 persen tersebut,"ujarnya.
Namun, Gapki meminta pemerintah untuk melakukan perubahan terhadap struktur PE. Alasannya, kata Derom, sistem PE yang sekarang diterapkan pemerintah akan membebani petani dan pengusaha. "PE itu idealnya cukup 12 persen agar tidak memberatkan kelompok petani dan pengusaha," katanya. (ade) (Eko Budiono /Sindo/rhs)


