Fiskal & Moneter
Risiko Inflasi Global
Kenaikan Inflasi RI Paling Ringan
Kamis, 24 Juli 2008 - 12:46 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 14:08
Bencana Berkurang, Hibah Belum Tentu Turun -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Utang PDAM Adalah Warisan Krismon 1997 -
Rabu, 27/08/2008 11:08
Menkeu: PMK 120/2008 Jangan Disalahartikan -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Pemerintah Berwenang Tentukan Batas Atas Tarif Pajak -
Selasa, 26/08/2008 19:08
Dirjen PU: Membandingkan ORI dengan Deposito Itu Salah! -
Selasa, 26/08/2008 17:08
Lelang 3 SUN, Depkeu Serap Rp2,463 T -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Royalti Batu Bara
Pemerintah Lakukan 4 Tindakan Tegas -
Selasa, 26/08/2008 13:08
Inilah 5 Agen Penjual ORI 005 Terlaris -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Pertama Kali, Target ORI 005 Dipatok Rp6,225 T -
Selasa, 26/08/2008 12:08
Penggunaan Underlying Asset SBSN Baru 22,2%

Namun apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, nilai inflasi di Indonesia bukanlah yang terburuk.
"Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki dua mesin yang cukup kuat, yakni adanya suplai barang produk-produk Indonesia baik itu di domestik maupun luar negeri," ujar Chief Economy Bank Mandiri Martin Panggabean, saat paparan Makroekonomi Indonesia 2008, di Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Martin menambahkan, baik domestik maupun luar negeri, Indonesia memiliki porsi yang hampir sama. Hal tersebut membuat daya tahan ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
Di samping itu, secara year on year (YoY) inflasi di Indonesia diproyeksikan hanya naik tiga persen dari yang sebelumnya delapan persen di tahun 2007 menjadi 11 persen di 2008. Sedangkan Singapura kenaikannya sampai tujuh kali lipat dari satu persen di 2007 ke tujuh persen di 2008. Sedangkan Amerika Serikat mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari 2,7 persen di 2007 ke 4,2 persen di 2008. (ade) (rhs)


